Sempat Diremehkan Publik, Akademi Sepak Bola Kampung di Kudus Melesat di Level Nasional
Tim ASTI melakoni laga final Champions League 2026 di Stadion Joyokusumo Pati. --
KUDUS, diswayjateng.id- Meski berlokasi di pelosok kampung, bukan berarti kemampuan Akademi Sepak Bola ASTI bisa diremehkan. Debut akademi sepak bola asal KUDUS ini, mampu sejajar dengan akademi elite milik klub Liga 1.
Sederet prestasi yang telah dibukukan, Akademi Sarana Talenta Indonesia (ASTI) ditahbiskan sebagai salah satu dari 15 akademi sepak bola terbaik di Indonesia.
Sematan penghargaan itu terungkap dalam versi unggahan Instagram fulltimegaruda.id. Penilaian ini didasarkan pada berbagai indikator. Meliputi konsistensi prestasi di level nasional dan internasional.
Penilaian lainnya, dari kualitas program pembinaan, hingga kontribusi nyata terhadap tim nasional di berbagai kelompok usia.
Capaian ini menempatkan Akademi Sarana Talenta Indonesia (ASTI) yang berpusat di Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, sejajar dengan akademi-akademi elite milik klub Liga 1.
Akademi elit tersebut seperti Persija Jakarta, Persib Bandung, Persebaya Surabaya, Bali United, PSM Makassar, Borneo FC Samarinda serta PSS Sleman.
ASTI juga disejajarkan dengan akademi independen ternama, seperti Papua Football Academy, Asiana Soccer School, dan ASIOP. 
Akademi Sepak Bola ASTI Kudus kini melesat di level nasional--
Dalam dua musim terakhir, grafik prestasi ASTI menunjukkan tren positif. Selain pernah menjuarai Piala Presiden U15 dan Piala Gubernur.
Selanjutnya pada musim 2025/2026, ASTI sukses meraih Juara Kejurnas Junior Premier League, Juara Asian Soccer Championship, Juara Piala Menpora, serta Runner Up Piala Soeratin U15.
Prestasi terbaru diraih dengan menjuarai Liga Mahesa Jenar Muda U16 di Semarang. ASTI juga tampil dominan dalam berbagai kompetisi di Jawa Tengah seperti Liga Top Skor, Liga Junior Premier League, dan Liga Mahesa Jenar Muda.
Kontribusi ASTI terhadap tim nasional turut menjadi perhatian. Saat ini dua pemain ASTI memperkuat Timnas U17, sementara satu pemain mengikuti program KKS ke Portugal.
Di level pelajar, satu pemain membela Timnas Pelajar U18 ke China, enam pemain memperkuat Timnas Pelajar U17 ke Thailand, serta empat pemain membela Timnas Pelajar U15 ke Malaysia.
Sejumlah alumni lainnya kini berkiprah di Elite Pro Academy Liga 1. Mereka bergabung bersama klub-klub seperti Arema FC, Persik Kediri, Bhayangkara FC, PSBS Biak, Persijap Jepara, Dewa United FC, Persis Solo, hingga Bali United.
CEO ASTI Kudus, Arif Budianto mengatakan kemampuan ASTI menembus Top Elite Academy di Indonesia ini, berkat sinergi seluruh manajemen, pelatih, official, siswa, orang tua, suporter, pemerintah dan pihak yang mendukung ASTI,
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
