Para ASN yang menerima SK diingatkan bahwa status baru membawa tanggung jawab moral yang lebih besar sebagai pelayan publik.
Sri menekankan bahwa hak sebagai PNS harus diiringi kewajiban menjaga disiplin, kinerja, dan kejujuran.
Ia menyoroti sistem penilaian kinerja ASN kini semakin ketat dan berbasis data sehingga manipulasi sulit disembunyikan.
“Semua kinerja dinilai dari pimpinan sampai staf, jadi bekerja harus jujur,” ujarnya.
Sri bahkan blak-blakan menyinggung praktik manipulasi absensi yang masih ditemukan di sejumlah instansi.
Ia mengaku merasa berat memberi nilai jika ada ASN yang tidak disiplin tetapi tetap ingin dinilai baik.
Pesan itu disampaikan bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk mengingatkan ASN Batang agar bekerja sesuai aturan.
Menurut Sri, menjaga kinerja yang sudah baik adalah kewajiban, sementara memperbaiki kekurangan adalah tanggung jawab.
Ia juga mengajak PNS, PPPK, dan pegawai paruh waktu bersyukur atas pekerjaan dengan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Sri menambahkan bahwa integritas ASN menjadi kunci pembangunan daerah yang bersih dan profesional.
Ia berharap Batang menjadi contoh birokrasi yang transparan dan bebas gratifikasi di Jawa Tengah.
Apel pagi itu pun ditutup dengan penyerahan SK dan doa bersama agar ASN Batang bekerja dengan hati bersih dan pelayanan maksimal.
Pesan integritas menjelang Idulfitri menjadi catatan bahwa birokrasi yang bersih dimulai dari kebiasaan kecil melapor gratifikasi.