Drone Jadi Ladang Cuan Mahasiswa di Semarang, Dari Hobi Terbang Hingga Proyek Profesional

Jumat 27-02-2026,23:00 WIB
Reporter : Wahyu Sulistiyawan
Editor : Wawan Setiawan

 

Di sinilah para anggota, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman, saling bertukar ilmu. Aktivitasnya sederhana namun produktif: nongkrong, terbang bersama, mencoba fitur terbaru drone, hingga berbagi cerita pengalaman job lapangan.

 

“Kita latih gratis. Biasanya kita pinjami dulu. Yang penting senang-senang, sambil belajar,” kata Widhi.

 

Bahkan anggota baru yang belum memiliki drone pribadi tetap bisa mencoba perangkat milik komunitas sebelum memutuskan membeli sendiri.

 

Meski berbasis di Semarang, komunitas ini tak hanya diikuti warga ibu kota Jawa Tengah. Anggotanya juga datang dari daerah sekitar seperti Kudus, Pati, hingga Cilacap.

 

Jaringan lintas kota ini memperluas peluang kerja dan kolaborasi. Ketika ada permintaan jasa di luar Semarang, anggota bisa saling terhubung dan berbagi informasi proyek.

 

Ekosistem yang terbentuk tidak hanya sebatas hobi, tetapi juga menjadi ruang produktif yang membuka akses ekonomi kreatif berbasis teknologi.

 

Di tengah pesatnya pertumbuhan konten digital dan kebutuhan visual yang semakin dinamis, drone menjadi alat yang relevan dan adaptif. Sudut pandang udara memberi nilai tambah dalam promosi destinasi, liputan acara, hingga dokumentasi pembangunan.

 

Bagi mahasiswa di Semarang, profesi pilot drone freelance menawarkan kombinasi menarik: fleksibel, berbasis skill, dan berpeluang berkembang ke sektor profesional seperti pemetaan dan survei teknis.

Kategori :