21 Proyek Jalan dan Jembatan di Suradadi Tegal Dianggarkan Rp 10 Miliar

Jumat 27-02-2026,14:31 WIB
Reporter : Yeri Noveli
Editor : Laela Nurchayati

SLAWI, diswayjateng.com – Pemerintah Kabupaten Tegal benar-benar tancap gas. Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp10,041 miliar digelontorkan khusus untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Kecamatan Suradadi. Total ada 21 paket pekerjaan yang bakal mengubah wajah konektivitas wilayah pesisir tersebut.

Kabar itu disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Tegal, Suspriyanti, mewakili Bupati Tegal dalam agenda Tarawih dan Silaturahim (Tarhim) Ramadan 1447 H di Masjid Darussalam, Desa Harjasari, Kecamatan Suradadi, Kamis (26/2/2026).

Di hadapan jamaah, Suspriyanti menegaskan, pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, melainkan strategi besar untuk menggerakkan roda ekonomi rakyat.

“Alokasi Rp10,041 miliar ini diwujudkan dalam 21 paket pekerjaan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Beberapa pekerjaan strategis yang menjadi sorotan antara lain pelebaran Jalan Jatibogor–Kertasari senilai Rp2,807 miliar. Ruas ini dinilai vital karena menjadi jalur utama aktivitas warga dan distribusi hasil bumi.

Selain itu, pembangunan drainase ruas Jalan Jatibogor–Karangmulya senilai Rp195 juta juga disiapkan untuk mengurangi potensi genangan.

Tak berhenti di situ, pemeliharaan dan peningkatan jalan strategis juga menyasar ruas Kebandingan–Gembongdadi, Harjasari–Jatimulya, Jatibogor–Sidaharja, Jatimulya–Suradadi, hingga Sidaharja–Peleman.

Sementara rehabilitasi jalan berupa rabat beton dan rigid beton akan dilakukan di sejumlah titik desa, seperti Karangwuluh, Bojongsana–Kertasari, Purwahamba–Blubuk, dan Kertasari–Suradadi.

Dengan sentuhan infrastruktur tersebut, distribusi hasil pertanian dan perikanan, dua sektor unggulan Suradadi diharapkan semakin lancar.

Akses yang lebih baik diyakini akan memangkas biaya logistik sekaligus meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Namun, pembangunan tak melulu soal beton dan aspal. Suspriyanti menegaskan, pembangunan fisik harus seiring dengan penguatan spiritual dan kesejahteraan sosial.

Ia mengungkapkan, pada 2025 sebanyak 1.500 marbot telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, mencakup 277 desa atau sekitar 96,5 persen desa di Kabupaten Tegal.

Sementara itu, 9.318 dari 11.636 pengajar keagamaan aktif telah menerima hibah insentif.

Sejak 2021, Pemkab Tegal rutin menganggarkan Rp16 miliar per tahun untuk guru madrasah diniyah dan guru ngaji. Pada 2026, angka itu meningkat menjadi lebih dari Rp18 miliar.

“Tarawih dan Silaturahim bukan sekadar agenda rutin tahunan. Ini wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, untuk mempererat ukhuwah dan menyerap aspirasi,” tegasnya.

Kategori :