SLAWI, diswayjateng.com – Kecamatan Bumijawa tak lagi dibiarkan berjalan sendiri pascabencana hidrometeorologi yang sempat memporak-porandakan sejumlah titik infrastruktur. Pemerintah Kabupaten Tegal memastikan wilayah lereng selatan itu kini masuk radar prioritas pembangunan.
Hal itu ditegaskan Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, saat menghadiri Tarawih dan Silaturahmi (Tarhim) Ramadan 1447 H di Masjid Baitul Mukhlisin, Desa Jejeg, Kecamatan Bumijawa, Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, percepatan pembangunan di Bumijawa menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan sekaligus konektivitas antarwilayah, terutama setelah bencana hidrometeorologi melanda beberapa waktu lalu.
“Bumijawa menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian serius. Percepatan pembangunan infrastruktur menjadi prioritas agar aktivitas masyarakat kembali lancar dan perekonomian bergerak,” tegasnya.
Pada tahun anggaran berjalan, Pemkab Tegal menggelontorkan anggaran peningkatan sejumlah ruas jalan strategis. Pembangunan Jalan Bumijawa–Jejeg dialokasikan sebesar Rp1,5 miliar. Kemudian Jalan Cempaka–Cintamanik sebesar Rp500 juta dan Jalan Cintamanik–Cempaka sebesar Rp600 juta.
Total miliaran rupiah itu diharapkan mampu mendongkrak aksesibilitas warga, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta memudahkan mobilitas pendidikan dan layanan kesehatan.
Ischak tak menampik masih adanya keluhan warga terkait kondisi jalan. Namun ia memastikan perbaikan dilakukan bertahap sesuai skala prioritas dan kemampuan fiskal daerah.
“Kami memahami keluhan masyarakat terkait kondisi jalan. Perbaikan dilakukan bertahap sesuai prioritas dan kemampuan anggaran. Kami juga memastikan pelaksanaannya optimal dan tepat sasaran,” ujarnya.
Tak hanya pembangunan fisik, langkah mitigasi bencana juga terus dikebut. Pemerintah daerah mendorong penghijauan di titik-titik rawan serta melakukan pemantauan langsung kondisi infrastruktur di lapangan guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.
Momentum Tarhim Ramadan pun dimanfaatkan sebagai ajang menyerap aspirasi warga. Dalam suasana hangat penuh kebersamaan, Bupati hadir bersama jajaran pejabat struktural, pimpinan perangkat daerah, unsur Forkopimda, Forkopimcam Bumijawa, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan buka puasa bersama, dilanjutkan salat Magrib, Isya, dan Tarawih berjamaah, serta pengajian Ramadan yang berlangsung khidmat.
Bupati menegaskan, Tarawih Keliling bukan sekadar agenda seremonial tahunan.
“Ramadan adalah momentum mempererat kebersamaan. Pemerintah ingin hadir di tengah masyarakat, mendengar langsung kebutuhan warga, serta memastikan pembangunan berjalan sesuai harapan,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, bantuan pembangunan Masjid Baitul Mukhlisin sebesar Rp20 juta turut diserahkan. Selain itu, santunan diberikan kepada 50 anak yatim piatu dan dhuafa, serta bantuan Rp2,5 juta untuk pengurus masjid.