SLAWI, diswayjateng.com - Banjir akibat hujan lebat dan peningkatan debit Sungai Cacaban, berdampak pada satuan pendidikan yang menerima kiriman lumpur banjir dan sempat memasuki areal sekolah. Dinas Pendidikan Kabupaten Tegal mencatat ada 11 sekolah terimbas banjir pantura ini.
Upaya pembersihan lumpur dilakukan masing-masing satuan pendidikan dengan bantuan penyemprotan lumpur dari Damkar.
Plt Kepala Dinas Dikbud Winarto SE MM menyatakan pihaknya sempat meninjau dan turut melakukan pembersihan kiriman lumpur banjir yang memasuki areal kelas dan halaman satuan pendidikan.
"Imbas banjir Pantura tercatat 11 satuan pendidikan yang harus menerima kirikan lumpur banjir. Di Warureja satuan pendidikan yang terdampak tercatat SDN Sukareja 01, 02, 04, SDN Keman 02, dan SDN Kedungkelor 02," ujarnya Rabu (18/2).
Sementara di wilayah Suradadi tercatat SDN Jatimulya 02, 01, SDN Harjosari 03, dan SDN Sidaharja 02.
"Dijenjang SMP ada SMPN 1 dan 2 Suradadi," katanya.
Pihaknya berharap banjir susulan tidak terjadi lagi,sehingga satuan pendidikan tidak was-was akan datangnya kembali kiriman lumpur akibat banjir tersebut.
Terpisah Plt Kalak BPBD, M Afifudin menyatakan bahwa akibat hujan lebat dan peningkatan debit Sungai Cacaban menyebabkan banjir di wilayah pantura, khususnya Warureja, Kramat, dan Suradadi.
"Kami juga sempat melakukan penyisiran area terdampak banjir, apabila ada keluarga rentan atau warga yang perlu dievakuasi.Ketinggian air bervariasi dari 20-120 cm, saat ini tinggi air di wilayah terdampak banjir berangsur surut," ungkapnya.