Sementara itu, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN Wihaji menilai festival tersebut juga memiliki nilai sosial, karena mendorong aktivitas memasak bersama keluarga yang berdampak pada ketahanan pangan rumah tangga dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyampaikan, sambal tumpang bukan hanya identitas kuliner daerah, tetapi juga sumber gizi keluarga karena berbahan dasar kedelai dengan kandungan protein tinggi.
Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen mendorong pengembangan sambal tumpang sebagai produk unggulan Sragen melalui kolaborasi pelaku usaha, UMKM, dan industri pengolahan pangan.