Evaluasi Program MBG, Puspo Wardoyo Kumpulkan 130 Kepala Sekolah di Kalipepe Land

Evaluasi Program MBG, Puspo Wardoyo Kumpulkan 130 Kepala Sekolah di Kalipepe Land

Momen pergantian tahun dimanfaatkan pengelola MBG, Puspo Wardoyo, untuk melakukan evaluasi bersama sejumlah kepala sekolah.--

SOLO, diswayjateng.com - Momen pergantian tahun dimanfaatkan pengusaha Pengelola Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) asal Solo, Puspo Wardoyo, untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program tersebut, bersama sejumlah kepala sekolah.

Bertempat di kawasan wisata Kalipepe Land, Karanganyar, Puspo mengundang 130 kepala sekolah dari berbagai daerah untuk berdiskusi langsung mengenai evaluasi pelaksanaan program tersebut.

Pertemuan ini menjadi ruang dialog terbuka antara pengelola MBG dengan pihak sekolah sebagai penerima manfaat. Puspo menegaskan, evaluasi langsung sangat penting agar kualitas program tetap terjaga dan benar-benar sesuai kebutuhan siswa.

“Kami ingin tahu apakah penerima manfaat sudah puas atau masih ada kekurangan. Karena itu kami undang kepala sekolah agar bisa menyampaikan masukan secara langsung,” ujar Puspo Wardoyo, Rabu 31 Desember 2025, malam.

BACA JUGA:Malam Tahun Baru Tanpa Kembang Api, Wisata Kalipepe Land Berbagi 20 Ribu Paket MBG

BACA JUGA:Libur Sekolah, MBG di Demak Tetap Bergulir dan Distribusi Rapel

Melalui forum ini, Puspo menekankan pentingnya komunikasi dua arah, mengingat karakter dan kebiasaan makan siswa di setiap wilayah berbeda-beda. Ia mencontohkan adanya perbedaan preferensi menu hingga kondisi kesehatan tertentu pada siswa.

“Tadi ada kepala sekolah dari Papua yang menyampaikan kalau siswanya lebih suka singkong daripada nasi. Ada juga anak yang alergi ikan atau ayam. Semua itu bisa disesuaikan asalkan dikomunikasikan,” jelasnya.

Menurut Puspo, evaluasi di momen Tahun Baru sengaja dilakukan agar pihak pengelola MBG dapat melihat secara utuh pelaksanaan program sepanjang tahun. Aspek yang dievaluasi meliputi variasi menu, cita rasa, hingga metode penyajian makanan.

“Tujuan kami sederhana, anak-anak merasa senang dan merasa diperhatikan. Evaluasi terbaik tentu datang langsung dari sekolah dan guru yang melihat kondisi siswa setiap hari,” ungkapnya.

Owner Wong Solo Group ini juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat komunikasi dengan pihak sekolah pada tahun 2026. 

BACA JUGA:Menko Zulhas Gaspol Program MBG, Target 82,9 Juta Warga Terlayani pada Maret 2026

BACA JUGA:Wawali Salatiga Pastikan 4 SPPG Sementara Stop Memasok MBG di Sekolahan

Ia tidak ingin persoalan kecil berkembang menjadi polemik karena kurangnya koordinasi. “Kalau ada keluhan, sebaiknya langsung disampaikan ke kami. Jangan sampai masalah kecil jadi besar karena tidak ada komunikasi dan akhirnya viral,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait