“Harapannya daya beli masyarakat tetap terjaga,” katanya.
Ia menambahkan bahwa GPM berikutnya telah dijadwalkan pada awal Maret 2026.
Waktu tersebut bertepatan dengan awal Ramadan sehingga dinilai sangat strategis.
Terkait ketersediaan beras, Sumiati memastikan kondisi Kabupaten Batang sangat aman.
“Berdasarkan neraca pangan, Batang sudah swasembada dan surplus sekitar 12 ribu ton beras,” tegasnya.
Surplus tersebut menjadi jaminan kuat bahwa pasokan beras selama Ramadan tidak akan terganggu.