Ia menyebut kegiatan ini direncanakan berlangsung rutin setiap awal bulan.
“Rencananya dilaksanakan minggu pertama hari Jumat setiap bulan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Gerakan Pangan Murah Batang menggandeng berbagai mitra strategis.
Mitra tersebut antara lain Bulog, Sayur Mentari, Koperasi Mitra Layer Gemilang, Primafood, serta Kelompok Wanita Tani Botolambat.
Kolaborasi ini memungkinkan harga pangan dijual di bawah harga pasar.
“Harga kami pastikan lebih murah karena bekerja sama langsung dengan Bulog dan petani,” tegas Sumiati.
Komoditas yang disediakan dalam Gerakan Pangan Murah Batang kali ini terbilang cukup beragam.
Minyak goreng disediakan sebanyak 300 liter untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Gula pasir disiapkan sebanyak 300 kilogram agar warga bisa berbelanja tanpa khawatir kehabisan.
Beras SPHP tersedia 750 kilogram atau setara 150 paket berisi lima kilogram.
Selain itu, beras medium disiapkan sebanyak 400 kilogram.
Telur ayam tersedia 200 kilogram untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat.
Telur omega juga dijual sebanyak 20 paket berisi sepuluh butir.
Untuk kebutuhan bumbu dapur, cabai merah dan bawang merah masing-masing disediakan 100 kilogram.
Sumiati menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah Batang kali ini difokuskan untuk menyambut Ramadan dan Idulfitri.
Tujuannya tidak hanya membantu warga, tetapi juga menekan inflasi daerah.