Demak, diswayjateng.com – Setelah lebih dari sebulan terisolasi akibat cuaca ekstrem, abrasi, dan akses jalan yang terputus, warga Dukuh Tambaksari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, akhirnya menerima bantuan bahan pokok makanan dan layanan kesehatan. Bantuan tersebut disalurkan langsung oleh Kapolsek Sayung AKP Suprapto bersama tim Puskesmas Sayung 1.
Dukuh Tambaksari yang dikenal sebagai kawasan Makam Terapung Syech Mudzakir dulunya merupakan wilayah daratan. Namun abrasi menahun dan rob telah menenggelamkan kawasan tersebut.
Saat ini, sedikitnya terdapat 12 kepala keluarga atau sekitar 40 jiwa yang bertahan hidup dengan mendirikan rumah panggung di atas genangan air laut.
Kondisi semakin sulit setelah akses jalan kaki yang dibuat dari tumpukan batu dan bambu putus diterjang ombak.
Cuaca buruk disertai angin kencang dan gelombang pasang memaksa warga bertahan hidup dengan segala keterbatasan.
Salah seorang warga, Susana, mengungkapkan bahwa persediaan makanan warga kian menipis akibat terisolasi.
“(Makan) seadanya saja, yang ada di rumah. Alhamdulillah masih sedikit-sedikit ada,” katanya.
Ia menuturkan, dalam dua bulan terakhir kaum perempuan tidak berani keluar dari Dukuh Tambaksari karena akses yang tidak memungkinkan. Jika bahan makanan habis, para suami terpaksa bertaruh nyawa menuju pantai.
“Kalau habis terpaksa kita keluar jalan kaki, kalau naik perahu juga tidak bisa. Itu pun yang bapak-bapak. Kalau ibu-ibu sama sekali tidak bisa keluar,” ungkapnya.
Selain kesulitan pangan, warga juga menghadapi persoalan kesehatan. Masmuah (57), salah satu warga, mengaku telah menderita sakit lambung selama setahun terakhir.
“Sakit lambung sudah setahun. Mau berobat nunggu gelombang kecil dulu baru bisa keluar,” katanya. Terputusnya akses membuat Masmuah hanya mengandalkan obat warung.
“Kalau tidak bisa keluar ya cukup minum promag,” ujarnya sambil tersenyum. Ia mengaku terakhir kali berobat sekitar dua bulan lalu.
Kapolsek Sayung AKP Suprapto menjelaskan, pihaknya sengaja menggandeng Puskesmas Sayung 1 untuk memberikan bantuan sosial sekaligus pelayanan kesehatan kepada warga Tambaksari.
“Kami turut berempati kepada warga Bedono, khususnya Tambaksari. Bantuan ini diharapkan bisa sedikit meringankan beban agar mereka tetap bisa menjalani kehidupan sehari-hari,” ujar Suprapto saat dikonfirmasi, Selasa (2/2/2026).
Menurutnya, akses darat menuju Dukuh Tambaksari tidak aman dilalui karena sejumlah titik jalan desa terputus diterjang ombak.