Dinas ESDM Provinsi Jateng Ungkap Penyebab Api Abadi Mrapen Padam

Dinas ESDM Provinsi Jateng Ungkap Penyebab Api Abadi Mrapen Padam

Kabid Energi Baru, Terbarukan, serta Konservasi Energi (EBTKE) Dinas ESDM Jateng, Dwi Suryono. (Dok Disway Jateng)--

GROBOGAN, diswayjateng.com - Dari hasil pengecekan langsung oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), penyebab Api Abadi Mrapen padam sejak awal Januari lalu karena saluran gas tersumbat lumpur.

"Jadi, secara geologi, memang gas itu butuh celah untuk mengalir, dalam hal ini sumber gas (Api Abadi Mrapen) di belakang kami. Posisinya itu sekarang tersumbat lumpur," jelas Kabid Energi Baru, Terbarukan, serta Konservasi Energi (EBTKE) Dinas ESDM Jateng, Dwi Suryono.

Dwi menyebut, untuk penanganannya harus dilakukan upaya treatmen agar aliran gas dapat normal kembali. Saat ini, lanjutnya, wisata Api Abadi Mrapen dikelola oleh Dispora Jateng. Pihaknya telah mendapatkan persetujuan untuk melakukan treatment tersebut.

"Mohon doanya satu minggu ini bisa normal kembali seperti sediakala. Kami akan flashing atau dibersihkan kembali sehingga lumpur yang menyumbat itu bisa terangkat serta api normal lagi," katanya.

Ketika ditanya terkait jumlah kandungan gas di Api Abadi Mrapen, Dwi menyampaikan, bahwa dari hasil penelitian para tenaga ahli kandungan gasnya masih cukup banyak melimpah. Akan tetapi, karena tersumbat lumpur sehingga alirannya terganggu.

"Jadi, bukan padam tapi gasnya kecil, tadi kan lihat bersama, sehingga perlu treatmen," terangnya kepada sejumlah wartawan.

Turut hadir saat pengecekan lapangan di lokasi Api Abadi Mrapen, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Selasa (3/2/2026), Sekretaris Dispora Jateng Syurya Deta bersama sejumlah tenaga ahli beserta jajarannya.

Diketahui, sempat viral sebuah video singkat yang diunggah melalui Tiktok memperlihatkan nyala api di wisata Api Abadi Mrapen dalam kondisi padam. Pada titik api yang biasanya menyala bahkan dipasang papan bertuliskan ”Maaf, api sedang dalam perbaikan”.

Gas e entek bro drung tuku mnh#fyp (Gasnya habis, belum beli lagi),” tulis keterangan video yang diunggah pada 18 Januari 2026 tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: