Mahasiswa Al-Azhar Asal Pekalongan Meninggal Dunia Tersapu Ombak di Laut Tengah Mesir

Selasa 03-02-2026,10:20 WIB
Reporter : Mukhtarom
Editor : Laela Nurchayati

PEKALONGAN, diswayjateng.com - Kabar duka datang dari keluarga di Desa Pekiringan Alit, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Seorang mahasiswa Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, asal Pekalongan, Muhammad Ashim Alfa Birri (25), meninggal dunia setelah tersapu ombak saat bermain di Pantai Dimyath (Damietta), Laut Tengah, Mesir.

Almarhum merupakan mahasiswa semester akhir Fakultas Ushuluddin, Jurusan Filsafat, Universitas Al-Azhar. Ia telah menempuh pendidikan di Mesir sejak Januari 2021 dan tinggal menyelesaikan beberapa mata kuliah terakhir sebelum lulus.

Ayah korban, Abdul Basyit, menceritakan kabar duka itu pertama kali diterima keluarga pada Minggu pagi. Awalnya, keluarga mendapat pesan singkat “Assalamualaikum” dari anak tetangga yang juga berada di Mesir.

Tak lama berselang, keluarga kembali dihubungi oleh seorang rekan yang bekerja di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Mesir.

“Setelah itu kami dihubungi dan disampaikan berita sedih tersebut,” ujar Abdul Basyit di kediamannya (2/2/2026).

Ia menjelaskan, peristiwa nahas itu terjadi saat putranya bersama sejumlah teman sedang melakukan survei lokasi rihlah atau wisata pondok. Setelah berziarah ke beberapa tempat, rombongan sempat mencari homestay dan membaginya menjadi dua kelompok. Dua orang tinggal di homestay, sementara tiga orang menuju pantai.

“Yang satu di pinggir (pantai), dua orang mandi di tengah laut. Dua yang di tengah itu tersapu ombak, anak saya satu, satunya lagi dari Bengkulu,” tuturnya.

Korban dilaporkan hanyut di perairan Pantai Dimyath sekitar pukul 12.00 waktu setempat. Beruntung, jasad Muhammad Ashim Alfa Birri berhasil ditemukan pada hari yang sama, 2 jam usai kejadian.

“Jam dua siang di sana alhamdulillah sudah ketemu. Teman-temannya langsung melapor,” kata Abdul Basyit.

Saat ini, jenazah almarhum berada di rumah sakit di Kairo dan menunggu proses pemulangan ke Indonesia. Pihak keluarga menyebutkan pemulangan terkendala ketersediaan penerbangan yang memiliki fasilitas kargo jenazah.

“KBRI sudah membantu sampai Jakarta. Rencananya nanti kami juga akan minta bantuan NU Care untuk mobil jenazah dari bandara,” jelasnya.

Abdul Basyit berharap seluruh proses pemulangan berjalan lancar tanpa hambatan. Ia juga menyampaikan bahwa selama proses pengurusan, pihak keluarga tidak menemui kendala berarti.

Muhammad Ashim Alfa Birri merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Komunikasi terakhir dengan keluarga dilakukan pada malam Jumat (30/1/2026) sebelum keberangkatan rihlah, saat almarhum berpamitan kepada orang tua.

Di rumah duka sejumlah rekan, kerabat dan tetangga mulai berdatangan untuk menyampaikan rasa bela sungkawa. Sebagian tamu melangsungkan doa bersama di dalam rumah almarhum.

Kategori :