Sekretaris Golkar Pekalongan Setuju Pilkada Tak Langsung, Ruben: Minim Konflik
Sekretaris DPD Golkar Kabupaten Pekalongan, Ruben Prabu FaA-ist-
PEKALONGAN, diswayjateng.com - Wacana Pilkada tak langsung mendapat tanggapan dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten PEKALONGAN, Ruben Prabu Faza
Sekretaris DPD Golkar Kabupaten Pekalongan itu menilai gagasan tersebut sah secara konstitusional dan layak dipertimbangkan.
Politikus Partai Golkar itu menegaskan bahwa secara hukum dan praktik ketatanegaraan, Pilkada tidak langsung bukanlah hal baru di Indonesia.
“Kalau kami melihat, tidak ada masalah secara konstitusi, karena sistem itu pernah diterapkan, dan secara anggaran justru bisa lebih efektif dan efisien,” ujar Ruben Prabu Faza saat dimintai tanggapan, Kamis 29 Januari 2026.
BACA JUGA: Tikungan Sibelis Paninggaran Pekalongan Longsor, Waspada Bencana Susulan
BACA JUGA: 4 Daerah Pekalongan Raya Sepakat Olah Sampah jadi Listrik, Batang Siap Suplai 200 Ton per Hari
Menurutnya, salah satu keunggulan utama Pilkada tidak langsung adalah potensi menurunnya konflik horizontal.
Pilkada langsung kerap memunculkan konflik horisontal di tengah masyarakat.
“Kalau dari sisi sosial, konflik antarpendukung di masyarakat bisa ditekan, itu yang sering terjadi ketika Pilkada dilakukan secara langsung,” katanya.
Meski demikian, Ruben menegaskan bahwa penerapan Pilkada tidak langsung tidak boleh menghilangkan esensi demokrasi dan suara rakyat.
BACA JUGA: Halaqoh Parenting, Muslimat NU Kota Pekalongan Bekali Para Ibu Hadapi Era Digital
BACA JUGA: Satresnarkoba Tangkap 3 Pemuda di Pekalongan, Nekat Edarkan Tembakau Sintetis
“Suara masyarakat tetap harus diwakili, karena DPR itu dipilih langsung oleh rakyat, sehingga memiliki legitimasi untuk mewakili aspirasi publik,” jelasnya.
Ia mengakui bahwa wacana Pilkada tidak langsung tentu memiliki kelebihan dan kekurangan, tergantung sudut pandang masing-masing pihak.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: