Senada, perwakilan NGO Aisyah menyoroti tingginya perkara perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Demak. Ia berharap isu tersebut dapat dimasukkan dalam program Jaksa Mengajar.
“Kasus perlindungan perempuan dan anak di Demak cukup banyak. Kami berharap saat program Jaksa Mengajar, bisa disisipkan edukasi agar remaja tidak mudah tergiur kejahatan melalui media,” katanya.
Kegiatan Coffee Morning berlangsung interaktif dan dua arah, dengan Kejaksaan menerima berbagai masukan dari peserta. Acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen memperkuat sinergi antarinstansi dan elemen masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Elga Nur Fazrin, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Nur Fata, Kepala Seksi Intelijen Niam Firdaus, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.