Atap SLB Batang Ambruk di Tengah Jam Belajar, Tidak Ada Korban

Rabu 21-01-2026,14:20 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Laela Nurchayati

Buntas mengungkapkan bangunan tersebut merupakan eks Balai Latihan Kerja milik Pemkab Batang. Ia menyebut bangunan terakhir kali direhabilitasi pada era 1990-an.  

Kondisi usia bangunan yang sudah tua membuat banyak bagian lapuk, terutama pada struktur atap. Tak hanya satu titik, pihak sekolah mencatat ada tiga ruang kelas lain yang kondisinya kini mengkhawatirkan.  

Bagian atap di ruang-ruang tersebut menunjukkan tanda kerusakan serius. Demi keselamatan, seluruh ruang itu telah dikosongkan.  

Aktivitas belajar mengajar dialihkan ke ruang lain yang dinilai masih layak.  

“Kami tidak ingin mengambil risiko sedikit pun terkait keselamatan anak-anak,” tegas Buntas.  

Di balik peristiwa atap SLB Batang ambruk, tersimpan persoalan lama yang belum tuntas, yakni status kepemilikan lahan. Lahan SLB Batang hingga kini masih tercatat sebagai milik Pemerintah Kabupaten Batang.  

Kondisi tersebut menjadi penghambat utama turunnya bantuan pembangunan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.  

“Kami sudah mencoba mengajukan bantuan, tapi terbentur status lahan,” ungkap Buntas.  

Ia berharap Pemkab Batang menghibahkan lahan tersebut ke pihak sekolah.  

Menurutnya, hibah lahan menjadi kunci agar bantuan pembangunan gedung baru bisa segera direalisasikan. Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Bupati Batang langsung memanggil Bagian Pemerintahan Setda Batang.  

Hasil koordinasi menunjukkan sebagian lahan SLB Batang sebenarnya sudah dihibahkan. Namun masih ada sebagian kecil lahan yang secara administratif tercatat milik Pemkab Batang.  

“Kita akan percepat proses peralihannya,” kata Suyono.  

Ia juga memastikan laporan resmi terkait atap SLB Batang ambruk akan dikirim ke Pemprov Jawa Tengah.  

Suyono menilai kejadian ini harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap bangunan sekolah lama. Ia mengapresiasi langkah cepat pihak SLB Batang yang mengosongkan ruang berisiko.  

Menurutnya, keputusan itu menunjukkan kepedulian tinggi terhadap keselamatan siswa berkebutuhan khusus.  

“Pemprov Jateng diharapkan segera turun melakukan pengecekan lapangan,” ujarnya.  

Kategori :