PEKALONGAN, diswayjateng.com – Banjir yang melanda Kota Pekalongan akibat curah hujan tinggi semakin meluas dibandingkan hari sebelumnya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan merilis hasil analisis kejadian banjir per 18 Januari 2026.
BPBD menjelaskan, meluasnya banjir disebabkan oleh intensitas hujan yang cukup tinggi dengan durasi lama. Sehingga aliran sungai tidak mampu menampung debit air dan meluap ke permukiman warga yang berada di sekitar bantaran sungai dan wilayah cekungan.
"Hujan intensitas sedang hingga besar disertai angin di Kota Pekalongan sejak pukul 19.30–03.00 WIB mengakibatkan daya tampung sungai sungai penuh, dan limpas ke wilayah Kota Pekalongan yang cekung," terang Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto.
Banjir tersebut berdampak di seluruh kecamatan di Kota Pekalongan. BPBD mencatat sebanyak 8.692 kepala keluarga (KK) di empat kecamatan terdampak langsung oleh bencana banjir ini.
"Jumlah KK terdampak di 4 kecamatan kurang lebih: 8.692 KK," imbuh Budi.
Kondisi banjir yang semakin parah dirasakan langsung oleh warga. Yusnia(40th), wara Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, Dia mengungkapkan bahwa ketinggian air meningkat drastis dibandingkan hari sebelumnya.
"Parah sekarang banjirnya, kemarin agak mendingan. Sekarang sudah parah, di rumah kan, di kamar itu kan tinggi, masuk, masuk semua. Ya mau sedengkul (setinggi lutut). Kalau di jalan segini (nunjuk leher)," kata Yusnia.
"Warga pada ngungsi hari ini, semalam air datang sekitar jam setengah dua nan. Trus warga pada mengungsi, tapi ada yang enggak,"imbuhnya.
Hal senada disampaikan Masduki, warga lainnya, yang akhirnya memutuskan mengungsi bersama keluarganya setelah ketinggian air mencapai lebih dari satu meter.
"Ini mau ke pengungsian, kemarin masih bertahan di rumah, kebetulan rumah agak tinggi, tapi sekarang kena (banjir) ketinggian 130 cm. Ini mengungsi sama keluarga, Alhamdulillah dapat di kantor PM," kata Masduki.
BPBD mencatat, sebanyak 1.472 jiwa kini mengungsi di sejumlah titik pengungsian yang tersebar di berbagai wilayah Kota Pekalongan. Adapun lokasi pengungsian meliputi:
- Aula Kecamatan Pekalongan Barat (449 jiwa)
- Mushola Babussalam Podosugih RT 7 RW 1 (25 jiwa)
- Gedung Pertemuan RW 9 Podosugih (10 jiwa)
- Masjid Al Karomah, Jalan Raya Tirto sebelah utara (328 jiwa)
- Mushola Al Ikhsan, Jalan Raya Tirto sebelah selatan (120 jiwa)
- SDN Tirto 03 (269 jiwa)
- Masjid Al Ikhlas Sidomulyo RW 7, Kelurahan Pasirkratonkramat (80 jiwa)
- Arrobittoh, Jalan Teratai, Klego (95 jiwa)
- Eks Kraton Kidul (13 jiwa)
- Musholla Baiturrokhim, Jalan Supriyadi, Tirto (40 jiwa)
- Kantor PM Pekalongan (10 jiwa)
- Mushola Al Barokah, Klego Baru (33 jiwa)
BPBD bersama instansi terkait masih melakukan pemantauan, evakuasi warga, serta penyaluran bantuan logistik kepada para pengungsi.