Sebanyak tiga orang dewasa dan satu balita terpaksa mengungsi ke Masjid Al Ikhlas RW 05, meski sebagian besar warga masih bertahan di rumah masing-masing.
Di Desa Klidang Lor, banjir merendam RW 02 dan RW 03 dengan total sekitar 600 kepala keluarga atau 2.400 jiwa terdampak.
Ketinggian genangan air di desa tersebut juga mencapai 30 hingga 120 sentimeter. Banjir turut menggenangi wilayah Kelurahan Watesalit, khususnya di RW 01 hingga RW 03.
Kelurahan Kasepuhan dan Kelurahan Proyonanggan Tengah juga dilaporkan terdampak banjir meski data rinci masih terus dihimpun.
Desa Kalipucang Wetan, Kalipucang Kulon, Denasri Kulon, dan Desa Kalisalak turut masuk dalam daftar wilayah terdampak banjir.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang, Wawan Nurdiansyah, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Batang, M Fajeri, menyampaikan bahwa laporan ini masih bersifat sementara.
“Laporan ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujar M Fajeri, Sabtu 17 Januari 2026.
Ia menegaskan, BPBD bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi terdampak.
Dalam upaya penanganan darurat, BPBD Kabupaten Batang mengerahkan personel bersama Kodim Batang, Polres Batang, serta relawan kebencanaan.
"Total ada 11 pengungsi di tiga titik," jelasnya.
Koordinasi lintas sektor dilakukan untuk memastikan keselamatan warga dan percepatan penanganan dampak bencana.
Petugas Pusdalops BPBD Kabupaten Batang yang bertugas dalam kejadian ini antara lain Puguh Prasetyo dan Sachudin.
BPBD Kabupaten Batang juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.
Warga yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.
Masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada aparat desa atau BPBD apabila terjadi tanda-tanda bahaya.
BPBD Kabupaten Batang memastikan posko penanggulangan bencana beroperasi selama 24 jam.