Aksi Nyata Hari Relawan PMI 2025 di Batang, Dari Hutan Gunung hingga Pesisir

Sabtu 27-12-2025,13:17 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Laela Nurchayati

"Kolaborasi antara pemerintah, relawan, dunia usaha, dan masyarakat sebagai kunci keberhasilan,"jelasnya. Hari Relawan PMI 2025 di Batang juga mendorong relawan berperan dalam mitigasi dampak perubahan iklim.  

Relawan diharapkan berkontribusi dalam pengelolaan potensi lokal berbasis sumber daya alam secara berkelanjutan. Ketua PMI Kabupaten Batang, Achmad Taufik, menegaskan bahwa kekuatan utama PMI terletak pada relawannya.  

Ia menyebut penguatan kapasitas relawan sebagai kebutuhan mutlak. Relawan PMI perlu dibekali kemampuan pertolongan pertama dan pendataan korban. Selain itu, relawan juga harus mampu melakukan pemberdayaan masyarakat.  

Achmad Taufik menilai adaptasi terhadap digitalisasi dan keahlian kebencanaan menjadi tantangan ke depan. “Dengan kapasitas yang baik, aksi kemanusiaan dapat dilakukan secara optimal dan berkelanjutan,” ungkapnya.  

Ia juga mengapresiasi semua pihak yang telah mendukung suksesnya Hari Relawan PMI 2025 di Batang. Dalam rangka Hari Relawan di Batang, PMI Kabupaten Batang melaksanakan penanaman 300 bibit pohon hutan.  

Jenis bibit yang ditanam antara lain Aren, Ficus, Pule, Trembesi, dan beberapa jenis lainnya. Penanaman dilakukan di kawasan pegunungan Desa Tombo.  

Kegiatan ini bertujuan mendukung terwujudnya Daerah Aliran Sungai yang lestari. Selain itu, PMI Batang juga melakukan penanaman 1.000 bibit mangrove.  

Penanaman mangrove dipusatkan di pesisir Desa Kuripan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengembangan Laboratorium Mangrove.  

Hari Relawan PMI 2025 di Batang juga diisi dengan simulasi penanganan bencana. Simulasi dilakukan di wilayah hutan dan pegunungan dengan konsep Jungle Rescue.  

Kegiatan ini melatih kesiapsiagaan relawan menghadapi kondisi ekstrem. Relawan dilatih bekerja dalam medan sulit yang minim akses. Selain simulasi, PMI Batang juga memberikan penghargaan kepada koordinator donor darah sukarela.  

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi relawan donor darah. General Manager Stakeholder Relation PT Bhimasena Power Indonesia, Aryamir H. Sulasmoro, menyatakan dukungan perusahaan terhadap kegiatan ini.  

Menurutnya, dukungan BPI sejalan dengan nilai perusahaan yang mengutamakan keselamatan. BPI juga berkomitmen memberi kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan.  

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat mendorong semangat kemanusiaan dan meningkatkan kesadaran lingkungan,” ujarnya.  

Aryamir menambahkan bahwa kemitraan dengan PMI dan komunitas lokal perlu terus diperkuat. Sejarahnya tidak lepas dari keterlibatan relawan dalam penanganan Tsunami Aceh 2004. Hari Relawan PMI ditetapkan pada tahun 2005.  

Penetapan dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hari Relawan PMI 2025 di Batang kembali menegaskan bahwa relawan adalah garda terdepan kemanusiaan.  

Kategori :