ABJAT mengecam keras tindakan kelompok anarko yang dinilai menunggangi agenda Hari Buruh pada 1 Mei lalu.
BACA JUGA:Momentum May Day, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Berdayakan Buruh Melalui Koperasi
“Ketika insiden ricuh terjadi, justru aparat melindungi buruh dari serangan kelompok tersebut. Kalau tidak diselamatkan, mungkin korban dari buruh bisa berjatuhan,” kata Aulia.
Ia menyesalkan aksi provokatif yang mencoreng makna peringatan Hari Buruh.
ABJAT menegaskan bahwa buruh tetap berkomitmen menjaga iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan di Jawa Tengah.
Menanggapi hal itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, pada Sabtu (3/5), menyampaikan apresiasi atas sikap terbuka KSPN dan ketertiban buruh selama aksi.
BACA JUGA:Ketua DPRD Semarang Perintahkan Anggota Dewan Standby, Antisipasi Aksi Hari Buruh atau May Day
Ia menegaskan komitmen Polri dalam menjamin kebebasan berekspresi sebagai bagian dari demokrasi.
“Polri hadir secara humanis dalam pengamanan May Day 2025. Kami tidak mentolerir aksi anarkis yang membahayakan keselamatan peserta aksi maupun masyarakat.
Terkait insiden kekerasan, kami tengah menyelidiki dan akan menindak tegas pelakunya,” ujar Artanto.