SRAGEN, diswayjateng.id - Komisi IV DPRD Sragen turun menginspeksi secara mendadak (sidak) ke lokasi hanggar bola basket yang terletak di kompleks GOR Diponegoro Sragen, Kamis (27/2/2025) siang.
Sidak dipimpin langsung Ketua Komisi IV DPRD Sragen Sugiyamto bersama Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sragen Pujono Elli Bayu Efendi, Sekretaris Komisi IV DPRD Sragen Alex Fitroh Hadi Pornomo, dan sejumlah anggota Komisi IV lainnya.
Legislator yang menggelar sidak bangunan olahraga basket ini, Komisi IV DPRD Sragen mendapati kualitas gedung hanggar dan menemukan sejumlah kerusakan pada beberapa bagian gedung.
Kerusakan yang terlihat jelas, terjadi di bagian dinding yang terbuat dari plat atau besi yang rusak di beberapa bagian. Tak hanya sampai disitu saja, Komisi IV DPRD Sragen juga menemukan di beberapa bagian pagar berupa ram yang berbahan besi tipis itu hanya ditali dengan kabel tis. Mereka juga menemukan tali bantalan pelindung yang talinya hanya diseteples dan tidak dijahit.
Tak sampai disitu saja, Komisi IV DPRD Sragen juga menemukan kondisi toilet yang beralih fungsi menjadi gudang penyimpanan alat kebersihan, serta tumpukan sampah.
Melihat kondisi bangunan gedung. Sugiyamto juga menilai kualitas bangunan kasar dan kurang baik. Seperti pada bagian plafon ada yang sudah mulai rusak dan masih ditemukan tembok retak-retak hingga tembus sampai luar.
Ketua Komisi IV DPRD Sragen, Sugiyamto, mengatakan Komisi IV meminta rekanan segera memperbaiki temuan-temuan Komisi IV supaya sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan.
“Saya melihat kualitas bangunannya terlihat kasar dan sudah terlihat retak. Yang paling mencolok pada pembatas ram besi yang sudah lepas dan rusak karena diduga spesifikasinya kurang terpenuhi. Parahnya pembatas ram itu ada yang cuma ditali dengan kabel tis, padahal mestinya digunakan sekrup atau baut," paparnya.
Melihat kondisi tersebut, Sugiyamto meminta pengawas dimasa pemeliharaan yang masih 3 bulan harus jeli melihat kualitas bangunan sebelum penyerahan pasca masa pemeliharaan.
Selain itu, pihaknya juga menghimbau jangan sampai waktu pemeliharaan habis baru diperbaiki karena rekanan tidak ada menjadi repot. Dia menekankan Disporapar harus segera tindak lanjut untuk perbaikan proyek senilai Rp4,7 miliar itu.
“Pihak BPK Perwakilan Jateng sudah turun dan meminta data - data terkait proyek hanggar tersebut. Saya kira BPK bisa mengaudit lebih detail dari awal supaya mengetahui potensi kerugian negara atas proyek dengan dana besar ini,” jelasnya.
Disela-sela mendampingi kegiatan sidak Komisi IV DPRD Sragen, Kepala Disporapar Sragen Joko Hendang Murdono membenarkan bila BPK sudah berkirim surat dan meminta data terkait dengan proyek hanggar itu. Dia menerangkan progres dari BPK baru penyampaian surat dan permintaan data. Dia menyatakan data-data yang dibutuhkan sudah dikirim semua ke BPK, mulai dari data perencanaan, pengawasan, pelaksanaan, sampai sekarang.
“Kami tinggal menunggu panggilan dari BPK untuk dimintai klarifikasi. Semua dokumen terkait proyek hanggar sudah diberikan ke BPK. Dulu pagu anggarannya Rp4,8 miliar dan nilai kontraknya Rp4,7 miliaran,” ujar Joko.