“Disamping tanggul itu memang drainase warga, karena debit air hujan yang cukup besar jadi tanggul yang ada di Cluster Dahlia tidak kuat menahannya,” jelas Nuryanto, Kamis, 12 Desember 2024.
Ia menceritakan, hujan air itu meluap ke kawasan pemukiman sekitar pukul 18.00 wib. Dan saat jebol air langsung masuk ke area perumahan dan perkampungan di 4 rt di wilayah Rw 9.
“Yang terkena dampak besar ya RT 8, karena tanggulnya terletak di cluster Dahlia ini. Tapi Rt1 dan 2 juga cukup parah,” katanya.
Dari kejadian ini beberapa warga di Cluster Dahlia terpaksa diungsikan di rumah singgah di perumahan tersebut, yang posisinya cukup tinggi. Sedangkan untuk warga di Rt 2 dan 1 mengungsi di rumah warga yang tidak terkena banjir.
Nuryadi mengatakan, banjir mengalami surut sejak pukul 12.00 malam, dengan dikerahkannya bantuan 4 pompa dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang.
“Airnya surut sudah malam, itupun dibantu dengan 2 pompa dari BPBD dan 2 pompa dari Warga,” jelasnya.
Menurutnya, wialayah Rw 9 Meteseh ini memang sering menjadi langganan banjir, namun banjir ini yang paling parah.
“Disini sering banjir, tapi ini yang paling parah,” katanya.
Menurut ketua Rt8 Rw 9, Sutrisno menyampaikan, hampir seluruh warganya di Cluster Dahlia ini terendam banjir.
Sebanyak 45 KK di perumahan tersebut terendam banjir setinggi 1 meter.
Sutrisno mengaku, sudah memperkirakan hal ini akan terjadi, karena debit sungai Seketak sudah mulai naik.
"Saya menyambungkan dari CCTV sungai Seketak ini sudah mulai naik, sehingga untuk pembuangan saya tutup pakai dop. Karena kita antisipasi sudah lama, saat sungai sudah mulai naik saluran kita tutup," jelasnya
Ia menerangkan, selama ini di Cluster Dahlia sering mengalami banjir, namun hanya sebatas mata kaki.
“Disini sering banjir, paling hanya sebatas mata kaki, makanya kita antisipasi dengan menutup saluran pembuangan dengan dob sehingga air dari sungai tidak masuk,” jelasnya.
Dari kejadian banjir yang menggenangi perumahan yang masih dalam izin pengembang ini warga Rt8 diungsikan di rumah transit atau gedung serbaguna.
“Tadi malam ada 4 keluarga yang tinggal di rumah transit, karena kondisi rumahnya tidak memungkinkan untuk ditiduri lagi,” ujarnya.