DISWAYJATENG.ID – Membahas wisata Bali memang sangat mengasikan, mulai dari wisata keluarga, pantai dan yang lainnya menawarkan untuk kita bisa betah disini.
Seperti halnya wisata Desa Penglipuran ini, tempat ini menawarkan ketenangan suatu desa yang menjadi daya tarik wisatawan untuk bisa mengnjungi wisata yang ada di Bali ini. Kebanyakan objek wisata terutama yang berlokasi di Bali merupakan sebuah Pura, Pantai atau Taman Bermain. Namun ternyata selain itu juga terdapat desa yang dapat dijadikan sebagai objek wisata, yakni Desa Penglipuran. Desa ini begitu banyak mencuri perhatian dari wisatawan di berbagai lokasi dan kalangan, bahkan desa ini juga memiliki penduduk yang sebagian besar berasal dari Desa Buyung Gede, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Tidak hanya itu karena kental akan budaya Bali wisata Desa Penglipuran ini sering dijadikan lokasi untuk melakukan syuting FTV juga. Berikut informasi tentang wisata yang satu ini, antara lain: Asal Usul Nama Desa Penglipuran Penglipuran ini berasal dari kata Pangeling dan Pura yang mana mempunyai arti adalah tempat untuk pengingat pura di buyung gede dan leluhurnya. Selain itu juga berasal dari kata pelipur dan lara yang artinya desa ini dijadikan sebagai tempat untuk menghibur diri di kala sedih. Keindahan Alam Pulau Dewata Desa ini dikenal karena berada sekitar 700 meter diatas permukaan laut, dengan begini kamu akan menikmati udara segar keindahan laut dan keindahan alam yang dapat kamu rasakan di area hutan bambu. Adanya Wisata Kuliner Terdapat berbagai macam makanan khas setempat yang dijual, yakni seperti loloh cemcem jamu dengan 6 rasa yaitu manis, asam, pedas hingga pahit dengan harganya mulai dari Rp5.000 per botol. Ada juga donat Ketela yang terbuat dari singkongm yakni dijual dengan harga Rp5.000 per kotak yang isinya 3pcs, dan tipat Catok atau ketoprak yang dimodifikasi dengan menggunakan kacang mentik khas Bali yang harganya Rp5.000 per porsi. Kearifan Budaya Lokal Desa ini terbagi atas 3 kawasan yaitu zona pemukiman warga, area hutan bambu dan wilayah pemakaman. Desa ini dihuni sekitar 226 ribu jiwa dengan luas sekitar 110 hektar termausk 40 hektar area hutan bambu. Dan uniknya kepala keluarga di desa ini dilarang memiliki istri lebih dari 1 dan jika melanggar maka akan mendapatkan hukuman seperti dikucilkan oleh warga setempat, serta akan nada hukuman bagi orang yang mencoba untuk mencuri. Jam Buka wisata Desa Penglipuran ini buka setiap hari, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 Wita. Harga Tiket Cukup dengan membayar Rp15.000 per orang untuk kategori Dewasa, sedangkan anak-anak akan dikenakan biaya Rp10.000 per orang. Tak hanya itu wisatawan asing juga dikenakan biaya yang berbeda, yakni pada kategori dewasa akan dikenakan biaya Rp30.000 per orang, dan anak-anak sebesar Rp25.000 per orang. Lokasi Desa Penglipuran ini berada di Jalan Rambutan, Gang III A1, no. 6, Bangli, Kawan, Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali. Petunjuk Jalan Lokasi ini berjarak sekitar 56 kilometer dari Bandara Ngurah Rai atau sekitar 1 jam 40 menit berkendara. Jika kamu berangkat dari kawasan BTCD Nusa Dua maka akan menempuh jarak sekitar 61 kilometer atau 1 jam 42 menit berkendara. Berdasarkan sisi geografis lokasi desa ini cukup strategis karena berada di jalur wisata Kintamani yakni 5 kilometer dari Bangli, dan 45 kilometer dari kota Denpasar. Desa ini juga dikelilingin hutan bamboo dengan luas sekitar 37 hektar, ladang dengan luas 49 hektar dan rumah penduduk, yang dimana lokasi ini cukup strategis untuk berjalan-jalan bahkan disekitar Desa Penglipuran. BACA JUGA:Ini Dia 4 Tempat Wisata Keluarga yang paling Seru di Bali Demikian itulah pembahasan kita mengenai berbagai informasi tentang wisata Desa Penglipuran Bali, semoga bermanfaat. (*)3 Pesona Keindahan yang Ada di Wisata Desa Penglipuran
Rabu 26-07-2023,00:15 WIB
Reporter : Dimas Hadi Ibrahim
Editor : Dimas Hadi Ibrahim
Kategori :
Terkait
Senin 05-01-2026,11:00 WIB
Kapolres Tegal Turun Langsung Pantau Wisata dan Arus Balik
Selasa 30-12-2025,20:12 WIB
Disparta Kabupaten Semarang Akui Target Wisata Akhir Tahun Belum Tercapai
Senin 29-12-2025,13:14 WIB
Warga Keluhkan Guci Jadi Wisata 1000 Tiket, Bupati Tegal Turun Tangan
Jumat 26-12-2025,08:30 WIB
Kunjungan Wisatawan ke Semarang Capai 7,6 Juta Hingga November 2025, Pemkot Optimistis Lampaui Target
Sabtu 29-11-2025,13:57 WIB
Kunjungan Wisatawan Jateng Tembus 53 Juta, Sekda Dorong Strategi Agar Wisatawan Tinggal Lebih Lama
Terpopuler
Jumat 20-02-2026,13:00 WIB
Cabai Batang Tembus Rp105 Ribu di Awal Ramadan, Ini Kata Disparperta
Jumat 20-02-2026,16:13 WIB
Mayat Perempuan Ditemukan di Hutan Jati Subah Batang, Identitas Belum Terungkap
Jumat 20-02-2026,15:30 WIB
Kekosongan Kepala Sekolah hingga Transisi ASN jadi Sorotan Dewan pada Satu Tahun Wali Kota Semarang
Jumat 20-02-2026,10:00 WIB
Sekolah Ambruk Diterjang Tanah Bergerak, 222 Siswa SDN Padasari 01 Belajar di Pengungsian
Jumat 20-02-2026,10:33 WIB
Banyak Sekolah di Warureja Tegal Diterjang Banjir, DPRD Berikan Solusi Ini
Terkini
Jumat 20-02-2026,23:30 WIB
Angka kemiskinan di Kota Salatiga Menurun 4,2 Persen, Melampaui Target Tahun 2025
Jumat 20-02-2026,23:00 WIB
Ngopi Kamtibmas Petakan Kerawanan Wilayah Kudus saat Ramadan dan Idul Fitri
Jumat 20-02-2026,22:00 WIB
Mobil HRV Merah Kesayangan Ditemukan Polisi, Moza Paloza Tak Kuasa Menahan Haru
Jumat 20-02-2026,21:00 WIB
100 Tahun Bubur India Masjid Pekojan Semarang: Tungku Tembaga dan Tradisi Ramadan yang Tak Pernah Punah
Jumat 20-02-2026,20:00 WIB