5.444 Anak Demak Berisiko Zero Dose, Orang Tua Diminta Tak Abaikan Imunisasi

5.444 Anak Demak Berisiko Zero Dose, Orang Tua Diminta Tak Abaikan Imunisasi

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkesda Demak, Heri Winarno, saat Rapat Koordinasi Pelaksanaan Bulan Imunisasi Kejar di Command Center Dinkesda Demak.-Foto: Samsul/dok.-

DEMAK, diswayjateng.id – Ribuan anak di Kabupaten Demak tercatat belum mendapatkan imunisasi dasar, khususnya dosis pertama DPT-HB-Hib. Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Demak pun menggencarkan Bulan imunisasi Kejar (BIK) Nasional sepanjang Oktober 2026 untuk menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi maupun yang belum melengkapi dosis sesuai usia.

Berdasarkan laporan imunisasi rutin per 6 September 2026, terdapat 5.444 anak di Kabupaten Demak yang masuk kelompok berisiko zero dose. Istilah tersebut merujuk pada anak yang belum memperoleh dosis pertama imunisasi DPT-HB-Hib atau hexa1.

Kondisi ini menjadi perhatian Dinkesda Demak karena imunisasi merupakan salah satu upaya penting untuk melindungi bayi dan anak dari berbagai penyakit menular yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkesda Kabupaten Demak, Heri Winarno, menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Imunisasi Kejar di Command Center Dinkesda Demak.

BACA JUGA:Pemkab Tegal Bersinergi Kawal Penanganan Limbah B3

BACA JUGA:Kuasa Hukum Keluarga MHAQ Minta Pendalaman Dugaan Kelalaian Medis dan Pertanggungjawaban Rumah Sakit

Menurut Heri, salah satu tantangan dalam meningkatkan cakupan imunisasi adalah kecenderungan menurunnya minat masyarakat. Kondisi tersebut antara lain dipengaruhi miskomunikasi dan informasi keliru mengenai imunisasi yang beredar di tengah masyarakat.

Sebagian orang tua masih merasa khawatir terhadap dampak yang mungkin muncul setelah anak mendapatkan imunisasi. Karena itu, edukasi secara berkelanjutan dinilai penting agar orang tua memperoleh informasi yang benar dan memahami manfaat imunisasi bagi kesehatan anak.

“Pemahaman masyarakat mengenai imunisasi perlu terus ditingkatkan. Orang tua harus mendapatkan informasi yang benar agar tidak ragu membawa anaknya untuk memperoleh imunisasi sesuai jadwal,” ujar Heri, Selasa (20/10/2026).

Program Bulan Imunisasi Kejar merupakan pengembangan dari program Sepekan Mengejar Imunisasi (PENARI). Jika sebelumnya dilaksanakan selama sepekan, program percepatan ini diperluas menjadi satu bulan penuh sepanjang Oktober 2026.

Pelayanan dilakukan melalui puskesmas, fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, serta pos imunisasi yang telah ditentukan. Sasaran utamanya adalah bayi usia 0–11 bulan dan anak bawah dua tahun (baduta) usia 12–23 bulan yang belum mendapatkan imunisasi atau masih memiliki dosis yang belum lengkap.

Pemberian vaksin dilakukan dengan mempertimbangkan riwayat imunisasi dan ketentuan pemberian dosis berdasarkan usia anak.

Heri menjelaskan, prioritas program ini adalah mengejar pemberian dosis pertama DPT-HB-Hib atau hexa1 bagi anak yang belum pernah mendapatkannya. Petugas juga memeriksa status imunisasi untuk mengetahui anak-anak yang masih membutuhkan dosis lanjutan.

“Salah satu upaya yang diprioritaskan adalah mengejar pemberian dosis pertama DPT-HB-Hib atau hexa1 bagi anak yang belum mendapatkannya. Selain itu, petugas kesehatan juga melakukan pemeriksaan status imunisasi untuk mengidentifikasi anak yang masih membutuhkan dosis lanjutan,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait