Manfaatkan Dana Desa, Banjarsari Demak Pasang PLTS, 18 PJU Terang Sepanjang 900 Meter

Manfaatkan Dana Desa, Banjarsari Demak Pasang PLTS, 18 PJU Terang Sepanjang 900 Meter

PLTS atap berkapasitas 6,6 kWp hybrid di Balai Desa Banjarsari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Dipasang pada 2023 menggunakan dana desa, fasilitas ini mendukung penerangan 18 titik PJU dengan jangkauan 900 meter.-Foto: Samsul-

DEMAK, diswayjateng.id – Desa Banjarsari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, memiliki inovasi dalam pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT). Sejak 2023, pemerintah desa Banjarsari Demak memasang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 6,6 kWp hybrid yang bersumber dari dana desa.

Fasilitas PLTS yang dipasang di Balai Desa Banjarsari tersebut dimanfaatkan untuk mendukung penerangan jalan umum (PJU). Berdasarkan keterangan Kepala Desa Banjarsari, Haryanto, sistem tersebut mampu menerangi 18 titik PJU dengan jangkauan sepanjang 900 meter.

Kepala Desa Banjarsari, Haryanto, mengatakan pemasangan PLTS menjadi salah satu upaya pemerintah desa memanfaatkan energi alternatif untuk kebutuhan masyarakat.

"PLTS ini kami pasang pada 2023 menggunakan dana desa. Kapasitasnya 6,6 kWp hybrid dan bisa digunakan untuk menerangi 18 titik PJU dengan jangkauan sekitar 900 meter," ujar Haryanto, Minggu (11/10/2026).

BACA JUGA:Tawuran Maut di Banyumanik Semarang, Polisi Tetapkan Pemuda 18 Tahun sebagai Tersangka

BACA JUGA:Sampah Dapur SPPG Dawuhan Diduga Dibuang ke Kawasan Hutan, Aktivis Jaga Rimba Bereaksi

Pemanfaatan energi surya tersebut menjadi salah satu inovasi Banjarsari dalam membangun infrastruktur desa yang mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus mengenalkan penggunaan energi terbarukan.

Pemasangan PLTS menunjukkan bahwa pemanfaatan dana desa tidak hanya diarahkan untuk pembangunan infrastruktur konvensional, tetapi juga dapat mendukung pengembangan teknologi energi alternatif.

Dengan sistem berkapasitas 6,6 kWp hybrid, PLTS di Banjarsari dikembangkan untuk membantu memenuhi kebutuhan penerangan jalan. Namun, kemampuan sistem memasok listrik ketika jaringan utama terganggu bergantung pada konfigurasi instalasi, kapasitas baterai, dan sistem cadangan yang tersedia.

Inovasi ini menjadi bagian dari upaya Banjarsari membangun desa yang lebih tangguh di tengah tantangan lingkungan pesisir.

BACA JUGA:Tiga Mobil Reaksi Cepat PDAM Tirta Moedal Semarang Disiapkan, Rp1,2 Triliun untuk Peremajaan Jaringan 

BACA JUGA:Sabet 5 Emas, Kafilah Rembang Raih Juara Umum II Porsadin Jateng 2026

Selain energi terbarukan, Desa Banjarsari juga dikenal melalui gerakan konservasi mangrove berbasis masyarakat.

Dalam tiga tahun terakhir, masyarakat bersama kelompok Gerdadu Peduli Lingkungan berhasil merehabilitasi lebih dari 30 hektare lahan tambak yang hilang akibat abrasi menjadi kawasan hutan mangrove.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait