Kebakaran Dapur dan Gudang di Besito Kudus, Api Berasal dari Tungku Kayu Bakar

Kebakaran Dapur dan Gudang di Besito Kudus, Api Berasal dari Tungku Kayu Bakar

Peristiwa musibah kebakaran menimpa Suharno (61), seorang warga yang bermukim di Dukuh Tlasgading, Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. - dok.istimewa ---

KUDUS, diswayjateng.id - Nasib naas menimpa Suharno, 61, seorang warga yang bermukim di Dukuh Tlasgading, Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kabupaten KUDUS, Jawa Tengah.

Niat hati ingin menyelesaikan pekerjaan rumah, pria lansia tersebut justru harus mengelus dada lantaran bangunan dapur dan gudang milik tempat tinggalnya mendadak dilalap si jago merah.

Peristiwa musibah kebakaran yang sempat membuat panik warga sekitar permukiman tersebut terjadi pada Rabu (7/10/2026) pagi, kira-kira pukul 08.30 WIB.

BACA JUGA:  Polsek Bumijawa Tegal dan Perhutani Sosialisasikan Pengelolaan Kawasan Hutan

BACA JUGA:  Perkuat Sinergi dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Bank Jateng Tegal Kunjungi Kantor Radar Tegal

Berdasarkan informasi yang dihimpun, petaka ini bermula saat korban tengah beraktivitas di dalam dapur rumahnya untuk mererbus air dengan metode tradisional.

Kapolsek Gebog, AKP Siswanto mengonfirmasi bahwasanya sebelum insiden terjadi, korban memang sempat menyalakan api untuk merebus air menggunakan tungku kayu bakar.

"Sebelum kejadian, Suharno merebus air menggunakan kayu bakar di dapur," ungkap AKP Siswanto.

Sekitar pukul 08.15 WIB, korban lantas mengabaikan sejenak rebusan air di tungku dan bergegas melangkah ke area depan untuk melanjutkan proses renovasi rumahnya.

Sayangnya, keputusan meninggalkan perapian dapur tersebut berbuah kepanikan luar biasa hanya dalam kurun waktu beberapa menit saja.

Dua orang saksi mata yang berada di sekitar lokasi, yakni Nuril Inayah (34) dan Ragil Puji Lestari (29), mendadak terperanjat melihat bubungan asap tebal disusul kobaran api yang kian membesar dari arah area belakang rumah korban.

Melihat amukan si jago merah yang terus melahap bangunan, kedua saksi langsung berlari berteriak memberitahu Suharno yang tengah fokus bertukang di bagian depan.

Sontak saja, dalam kondisi panik dan berpacu dengan waktu, korban bersama para saksi berhamburan keluar ke area jalanan sembari berteriak kencang meminta uluran tangan tetangga sekitar.

Warga setempat yang mendengar teriakan histeris tersebut seketika berbondong-bondong merapat ke lokasi kejadian, berusaha menjinakkan amukan api menggunakan peralatan seadanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait