Januari - Juni 2026, Sebanyak 1.299 Bule Gunakan Kereta Api untuk Bepergian dari dan ke Stasiun di Grobogan

Januari - Juni 2026, Sebanyak 1.299 Bule Gunakan Kereta Api untuk Bepergian dari dan ke Stasiun di Grobogan

Seorang wisatawan asing berada di dalam kereta api. (Dok KAI Daop 4 Semarang)--

GROBOGAN, diswayjateng.id - PT KAI Daop 4 Semarang mencatat ada sebanyak 1.299 Warga Negara Asing (WNA) atau bule menggunakan layanan kereta api untuk bepergian dari dan ke berbagai stasiun di Kabupaten GROBOGAN, Jawa Tengah selama Januari - Juni 2026. 

Data tersebut dihimpun dari delapan stasiun di bawah wilayah kerja Daop 4 Semarang di Grobogan. Kedelapannya yaitu Stasiun Ngrombo, Kradenan, Gundih, Karangjati, Sedadi, Gubug, Kedungjati, Gambringan, serta Jambon.

Dalam keterangannya pada Sabtu (18 Juli 2026), Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif menyampaikan, angka tersebut menunjukkan bahwa Kabupaten Grobogan menarik perhatian bule yang menjelajahi jalur tengah Pulau Jawa dengan kereta api.

”Kereta api menjadi pilihan utama wisatawan asing karena menawarkan kenyamanan dan ketepatan waktu yang baik,” katanya.

BACA JUGA:Stasiun Ngrombo Grobogan Layani 318.161 Penumpang Periode Januari - Juni 2026

BACA JUGA:Stasiun Ngrombo Layani 42.361 Penumpang Selama Libur Nataru 2025/2026

Luqman menyebut, moda kereta api memberikan pengalaman perjalanan yang efisien, sekaligus menyenangkan bagi wisatawan mancanegara yang ingin mengenal lebih dekat pesona daerah di lintas tengah Jawa.

"Sejumlah stasiun Daop 4 Semarang di Grobogan, Stasiun Ngrombo paling banyak disinggahi oleh wisatawan asing dengan total 918 orang, disusul Stasiun Kradenan 113 orang, Stasiun Gundih 95 orang," jelasnya.

Menurut Luqman, peningkatan jumlah bule yang berkunjung ke Grobogan juga menunjukkan peran kereta api mampu mendorong sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Transportasi yang mudah serta konektivitas antarkota yang baik menjadi faktor penting guna menarik perhatian wisatawan menjelajahi berbagai destinasi di Jawa Tengah.

"Grobogan juga memiliki nilai historis penting bagi perkeretaapian Indonesia, karena berdiri salah satu stasiun tertua di Indonesia, yaitu Stasiun Tanggung,” sebutnya.

BACA JUGA:Jelang Libur Nataru 2025, Stasiun Ngrombo Angkut 27.265 Penumpang

BACA JUGA:1.197 Wisman Gunakan Kereta Api dari Grobogan Periode Januari - November 2025

Luqman menyampaikan, Stasiun Tanggung itu menjadi bagian dari jalur kereta api pertama di Indonesia yang dibangun tahun 1867, menghubungkan antara wilayah Tanggung – Semarang. Jalur bersejarah itu menjadi cikal bakal perkembangan jaringan rel kereta api di Nusantara.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait