Bocah 11 Tahun Tewas Penuh Luka Sayatan, Diduga Korban Perampokan

Bocah 11 Tahun Tewas Penuh Luka Sayatan, Diduga Korban Perampokan

Korban bocah 11 tahun yang diduga perampokan sadis saat berada di kamar jenazah RSUD Sragen. (Istimewa)--Mukhtarul Hafidh / diswayjateng.id

SRAGEN, diswayjateng.id - Nasib tragis bocah perempuan, Bilqis Rajiansyah (11) warga Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Sragen, ditemukan meninggal dunia di rumahnya, Jumat (5/6/2026) malam. Bocah kelas V Sekolah Dasar (SD) ini ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dengan penuh luka sayatan bekas sabetan senjata tajam (sajam) dibeberapa bagian tubuh.

Diduga korban dihabisi oleh pelaku perampokan yang menyatroni rumah saat sepi. Kondisi korban saat ditemukan tergeletak di kasur yang digelar di lantai rumah.

Banyak bercak darah di kasur dan ditemukan jejak kaki di lantai keramik. Ibu yang melihat korban pertamakalinya, Dewi sepulang dari kerja pabrik sontak menangis histeris begitu melihat kondisi anaknya. Sontak teriakan itu membuat warga setempat geger.

BACA JUGA: Baliho Bergambar PB XIV Hangabehi Bertebaran di Jawa Tengah Hingga Jawa Timur

BACA JUGA: Praja Sragen Keluhkan 349 Kursi Perangkat Desa Kosong

"Saya melihat kondisi korban dan ternyata sudah meninggal dengan muka yang penuh luka senjata tajam. Saya lapor ke Pak RT dan diteruskan ke Pak Lurah. Lalu polisi datang. Sepeda motor Honda Vario yang biasa dipakai korban hilang," ujar Wagito, Kakek korban.

Para warga juga berdatangan di sekitar rumah korban. Ibu korban terus menangis. Dewi menangis ketika ingat dengan kondisi anaknya.

Beberapa saudaranya juga ikut menangis. Sang kakek hanya bisa duduk sendirian di halaman rumah karena kehilangan cucunya.

Wagito mengatakan korban setiap harinya memang di rumah sendirian. Dia menerangkan ibu korban bekerja di pabrik dan ayah korban bekerja sebagai buruh tleser panen padi.

Dia mengungkapkan tak ada yang mengetahui kejadian itu. Ibu korban mengetahui anaknya meninggal sepulang dari pabrik, sekitar pukul 16.00 WIB.

Kades Dawung, Jenar, Sragen, Aris Sudaryanto, mendapat laporan dari Ketua RT tentang adanya korban dugaan perampokan. Aris langsung lapor ke Polsek Jenar dan mendatangi lokasi.

"Tadi banyak orang di lokasi. Saya minta warga supaya bubar. Kemudian dipasang garis polisi," ujar dia.

Aris mengatakan di lantai rumah banyak jejak kaki orang. Dia menerangkan dari banyaknya jejak kaki itu, kemungkinan pelaku lebih dari satu orang.

Dia mengatakan korban yang masih berumur 11 tahun dan duduk di kelas V SD masih mengenakan seragam pramuka ketika ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: