Harga Solar Melambung Tinggi, Ribuan Nelayan di Pati Gelar Aksi

Harga Solar Melambung Tinggi, Ribuan Nelayan di Pati Gelar Aksi

Kalangan nelayan Pantura Kabupaten Pati bergejolak akibat meroketnya harga solar. --

PATI, diswayjateng.com - Kenaikan harga BBM solar non subsidi yang meroket hingga 4 kali lipat, membuat kalangan nelayan Pantura Kabupaten PATI bergejolak.

Kondisi tersebut memicu ribuan nelayan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Pati. Unjuk rasa itu untuk memprotes kenaikan harga BBM solar nonsubsidi bagi nelayan. 

Dengan kenaikan BBM itu, para nelayan terancam tak bisa melaut mencari ikan. 

Dari pantauan disway jateng, para nelayan yang mayoritas berasal dari wilayah Kecamatan Juwana ini mendatangi Alun alun Simpang Lima Pati sekitar pukul 09.00 WIB. 


Pemkab Pati siap menyampaikan aspirasi nelayan kepada Kementerian Kelautan Perikanan.--

Ratusan nelayan yang sebelumnya berkumpul di Alun alun Juwana, kemudian melakukan konvoi sepeda motor menuju Kantor Bupati Pati di sekitar Alun alun Pati. 

Setiba di depan Kantor Bupati Pati, spanduk besar telah terpampang di pagar kantor bupati. Bentangan spanduk itu bertuliskan sejumlah aspirasi nelayan Pati. 

Tak hanya itu, truk trailer juga tampak parkir di depan Kantor Bupati Pati. Truk tersebut dipersiapkan sebagai panggung untuk berorasi. 

Sejumlah aspirasi yang dituliskan dalam bener, diantaranya 'Nelayan Serentak bergerak darurat untuk harga BBM nonsubsidi harus adil'. Selain itu, turunkan harga BBM solar nonsubsidi jadi Rp 10 ribu sampai Rp 13.500.

"Kami tidak bisa bekerja (melaut) tanpa ada solar, harga solar harus turun menjadi Rp 10 ribu," ucap salah satu perwakilan massa di atas bak truk trailer. 

Massa juga mengetuk hati Presiden Prabowo Subianto untuk mendengarkan jeritan para nelayan. Sebab harga BBM solar nonsubsidi kini mencapai 4 kali lipat, yakni dari Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu per liter.

"Presiden Prabowo tolong dengar jeritan tangis kami, khususnya kapal ikan GT 30 ke atas, mohon dengan hormat diberikan keadilan harga BBM sesuai yang kami inginkan," pinta nelayan. 

Sang orator menyebut bahwa sebanyak 80 persen nelayan di Pati tidak bisa melaut. Hal itu karena harga BBM semakin mahal dan meminta Pemerintah memberikan harga khusus BBM untuk nelayan.

Mereka mengaku bahwa aktifitas menangkap ikan lumpuh total, dan tidak bisa melaut. Dengan harga BBM melambung 4 kali lipat, para nelayan tidak bisa mendukung ketahanan pangan. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait