Dinkes Kabupaten Tegal Antisipasi Lonjakan Penyakit Saat El Nino
CEGAH - Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal serukan pencegahan p.enyakit dampak fenomena El Nino --
SLAWI, diswayjateng.com - Langkah antisipasi dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan penyakit di tengah fenomena El Nino yang memicu cuaca panas dan kering.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Edy Sucipto SKM MSi melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Amin Yunianto menyebut, sejumlah penyakit seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, hingga campak menjadi perhatian utama.
"Kami akan terus melakukan pantauan terkait perkembangan kasus melalui sistem kewaspadaan dini," ujarnya Rabu (8/4).
Pihaknya menyebut monitor pelaporan mingguan melalui SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons), khususnya terhadap peningkatan kasus penyakit seperti ISPA, diare, termasuk campak terus dilakukan .
"Kondisi El Nino yang identik dengan kekeringan berpotensi meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan dan infeksi. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat," terangnya.
Amin menjelaskan, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan warga, di antaranya menjaga kebersihan air dan makanan dengan memastikan air minum matang serta mencuci tangan sebelum makan. Selain itu, masyarakat juga diminta mengelola penggunaan air bersih secara bijak di tengah potensi kekeringan.
“Air sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk,” ungkapnya.
Upaya lain yang tak kalah penting adalah pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas. Warga juga dianjurkan menggunakan pelindung seperti kelambu atau lotion anti-nyamuk untuk mencegah demam berdarah.
Di sisi lain, kualitas udara juga perlu diperhatikan. Masyarakat diminta menghindari pembakaran sampah dan menggunakan masker saat kondisi udara berdebu guna mencegah gangguan pernapasan seperti ISPA.
“Menjaga daya tahan tubuh juga penting, dengan konsumsi makanan bergizi, cukup minum air putih, dan istirahat yang cukup,” tegasnya.
Terkait penyakit campak, Amin mengungkapkan bahwa sejak Januari hingga 3 April 2026 tercatat sebanyak 47 kasus suspek klinis di Kabupaten Tegal. Namun, seluruh kasus tersebut belum dilakukan pemeriksaan laboratorium.
“Pemeriksaan harus dikirim ke laboratorium tingkat provinsi atau BBLabkesmas Yogyakarta. Saat ini, ketersediaan reagen masih terbatas,” terangnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



