Gulirkan Satu Desa Satu TK, Mendikdasmen Apresiasi TK ABA 31 Semarang
Mendikdasmen Abdul Mu'ti usai meresmikan gedung baru TK Aisyiyah Bustanul Athfal 31 di Semarang.--
SEMARANG, diswayjateng.com - Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) merupakan fondasi penting dalam pendidikan serta pembentuk awal sebuah karakter bagi seorang anak.
Penegasan itu diungkapkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, saat meresmikan gedung baru TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 31 di Semarang.
Untuk itu, Kemendikdasmen menempatkan program Wajib Belajar (Wajar) 13 Tahun. Tujuannya sebagai program prioritas serta mendorong kebijakan Satu Desa Satu TK mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.
"Salah satu dari program prioritas kami adalah Wajar 13 Tahun yang dimulai dari pendidikan dasar pada jenjang PAUD/TK," ujar Abdul Mu'ti.
Menurut Mu'ti, program tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM).
"Karena itu, kami bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) berkomitmen melalui program Satu Desa Satu TK," terang Mendikdasmen, Abdul Mu'ti pada Selasa (7/4/2026). 
Siswa TK ABA 31 Semarang. menggunakan Interactive Flat Panel atau Papan Interaktif Digital di ruang kelas TK ABA 31--
Dalam peresmian ini, Menteri Abdul Mu'ti juga menyoroti pentingnya PAUD sebagai modal dasar penanaman rasa percaya diri dan sikap menghargai pada anak.
Menurut Muti, pembelajaran di TK harus mengedepankan aspek bermain untuk melatih motorik. Kemudian membangun rasa bahagia akan belajar, serta mengembangkan potensi anak usia dini.
Praktik pembelajaran di tingkat dasar, kata Muti, juga harus menyasar pada pentingnya seluruh profesi. Tidak hanya dokter atau tentara, pendidikan di TK juga harus membuat anak ingin menjadi seorang petani atau nelayan.
"Seperti halnya di Kota Semarang, anak-anak harus bisa mengenali lingkungan alam, sosial, serta karakteristik tempat yang ia tinggali," papar Menteri Mu'ti.
Terkait implementasi program Wajar 13 Tahun, Menteri Mu'ti menyebut empat upaya Kemendikdasmen untuk mendukung serta menyukseskan program tersebut.
Selain melalui Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran, Mendikdasmen juga melatih kompetensi dan memberikan beasiswa kepada guru TK yang belum S-1.
"Mulai tahun 2026, kami juga memberikan Program Indonesia Pintar (PIP) senilai Rp450 ribu per tahun kepada lebih dari 880 ribu murid TK," terang Muti.
Setelah menandatangani prasasti peresmian sekolah, Menteri Abdul Mu'ti juga meninjau penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID) di ruang kelas TK ABA 31.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
