Mudik Lebaran 2026, Dinkes Semarang Siagakan 10 Posko Kesehatan Gratis di Jalur Strategis

Mudik Lebaran 2026, Dinkes Semarang Siagakan 10 Posko Kesehatan Gratis di Jalur Strategis

Dinkes Kota Semarang menyiapkan 10 posko kesehatan gratis di jalur mudik Lebaran 2026. Layanan IGD 24 jam, ambulans, hingga tenaga medis disiagakan demi keselamatan pemudik.-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan

SEMARANG, Diswayjateng.com – Pada arus mudik Lebaran 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang menyiapkan sedikitnya 10 posko kesehatan yang tersebar di sejumlah titik strategis.

Layanan ini disiagakan untuk mendukung kelancaran perjalanan pemudik sekaligus memberikan pertolongan medis cepat di jalur utama.

Kepala Dinkes Kota Semarang, M. Abdul Hakam, mengatakan pihaknya berkolaborasi dengan berbagai instansi seperti Dinas Perhubungan, BPBD, serta kepolisian dalam mendirikan posko terpadu

“Penempatan personel kami bergabung dengan posko yang didirikan bersama, seperti di Kalikangkung, Mangkang, exit tol Srondol, Pandanaran, Simpang Lima, dan titik strategis lainnya,” ujar Hakam kepada Diswayjateng.id di kantornya, Selasa 17 Maret 2026.

Menurutnya, lokasi tersebut dipilih karena menjadi jalur utama sekaligus titik peristirahatan pemudik. Di tempat itu, masyarakat bisa beristirahat sekaligus mendapatkan layanan kesehatan dasar secara gratis.

Selain posko, Dinkes juga mengoptimalkan layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di sejumlah puskesmas yang berada di jalur mudik, baik jalan nasional maupun alternatif.

Beberapa puskesmas yang disiagakan antara lain berada di kawasan Purwoyoso, Tembalang, Mangkang, Candi Lama, Srondol, hingga wilayah Gunungpati dan Mijen. Meski layanan reguler puskesmas mengikuti jam operasional terbatas, IGD tetap dibuka selama 24 jam penuh.

“Walaupun puskesmas hanya buka sampai siang, IGD tetap siaga 24 jam. Di sana juga sudah terintegrasi dengan ambulans kegawatdaruratan,” jelasnya.

Ia menambahkan, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan darurat dengan menghubungi nomor 112. Petugas akan langsung menuju lokasi untuk memberikan pertolongan.

Dalam operasional posko, setiap titik dilengkapi ambulans dan tenaga kesehatan. Pada siang hari, tim terdiri dari dokter dan perawat, sedangkan malam hari difokuskan pada perawat dan asisten tenaga kesehatan.

Adapun layanan yang disediakan meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, seperti pengecekan tekanan darah dan gula darah, penanganan awal kondisi darurat, hingga pemberian obat-obatan ringan.

“Penanganan pertama untuk kecelakaan atau kondisi darurat seperti pusing, sakit perut, atau demam sudah kami siapkan. Obat-obatan juga tersedia,” katanya.

Secara keseluruhan, terdapat sekitar 10 pos kesehatan dengan sistem kerja tiga shift setiap hari. Untuk layanan puskesmas rawat inap, Dinkes mengoperasikan 10 fasilitas dengan IGD aktif 24 jam.

“Dalam satu hari, total tenaga kesehatan yang berjaga bisa mencapai sekitar 90 orang dari berbagai puskesmas rawat inap,” ungkap Hakam.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait