Arus Mudik Lebaran 2026 Mulai Padat, Dishub Semarang Petakan Titik Kemacetan
Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perhubungan menyiapkan berbagai skenario pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi puncak arus mudik Lebaran 2026.-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan
SEMARANG, Diswayjateng.com – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menyiapkan sejumlah strategi pengaturan lalu lintas guna menghadapi puncak arus mudik Lebaran 2026 yang diperkirakan mulai meningkat pada Jumat, 13 Maret 2026.
Antisipasi ini dilakukan untuk mencegah kemacetan di berbagai titik yang selama ini menjadi jalur utama pergerakan pemudik maupun aktivitas masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, menyatakan pihaknya telah memetakan sejumlah kawasan yang berpotensi mengalami lonjakan volume kendaraan selama periode mudik hingga arus balik Lebaran.
“Penumpukan kendaraan biasanya mulai terasa menjelang hari H Lebaran, saat hari raya berlangsung, hingga periode arus balik. Kami juga mengantisipasi kegiatan ekonomi seperti midnight sale di sejumlah pusat perbelanjaan yang berpotensi menambah kepadatan kendaraan di pusat kota,” ujar Danang, Jumat 13 Maret 2026.
Dishub mencatat beberapa lokasi yang berpotensi menjadi titik kemacetan, terutama di kawasan yang ramai dikunjungi masyarakat menjelang Lebaran.
Area tersebut meliputi pusat perbelanjaan, pasar tradisional, pusat oleh-oleh, serta kawasan wisata yang biasanya mengalami peningkatan aktivitas.
"Dua pasar yang diprediksi mengalami peningkatan arus kendaraan adalah Pasar Peterongan dan Pasar Mangkang. Kedua lokasi ini dikenal sebagai pusat aktivitas perdagangan yang ramai dikunjungi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan menjelang hari raya," tambahnya.
Selain itu, Dishub juga menaruh perhatian pada sejumlah ruas jalan yang sedang dalam proses perbaikan. Salah satunya adalah jalur Kaligawe yang selama ini dikenal rawan banjir dan berpotensi memperlambat laju kendaraan saat arus mudik meningkat.
"Tidak hanya di dalam kota, potensi kepadatan juga diprediksi terjadi di sejumlah simpul transportasi utama, termasuk akses keluar-masuk jalan tol. Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah Gerbang Tol Kalikangkung yang menjadi pintu masuk kendaraan dari arah barat Pulau Jawa," kata Danang.
Gerbang tol tersebut sering menjadi titik pertemuan arus kendaraan, terutama ketika kebijakan sistem satu arah atau one way diberlakukan dari arah Jakarta menuju wilayah timur Pulau Jawa.
Di jalur arteri, Dishub memprediksi kepadatan akan terjadi di ruas Jalan Perintis Kemerdekaan yang merupakan jalur penghubung utama antara Semarang dengan kota-kota di selatan Jawa Tengah seperti Surakarta dan Yogyakarta.
Kepadatan di jalur tersebut berpotensi meluas hingga sejumlah kawasan strategis seperti Gombel, Simpang Kariadi, Pamularsih, dan Kalibanteng.
Lebih lanjut, Danang mengatakan secara geografis, Semarang memiliki peran penting dalam arus mudik di Pulau Jawa. Kota ini tidak hanya dilalui pemudik yang menuju berbagai daerah di Jawa Tengah, tetapi juga menjadi lokasi singgah sebelum melanjutkan perjalanan.
Menurutnya, banyak pemudik memanfaatkan kota ini untuk beristirahat, makan, maupun membeli oleh-oleh khas daerah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: