Bus Pariwisata Dilarang Lewat Clirit Tegal, Dianjurkan Via Jalur Pemalang
HIMBAU - Kapolres Tegal serukan larangan bus pariwisata bisa melalui jalur via Pemalang.--
SLAWI, diswayjateng.com - Himbauan wisatawan khususnya yang menggunakan bus pariwisata dengan tujuan DTW Guci dilarang melewati Clirit, dan dianjurkan bisa melalui jalur via Pemalang. Sedangkan mobil kecil atau mobik pribadi dan sepeda motor masih bisa ditoleransi melalui jalur biasa via Clirit Kalibakung.
Hal tersebut dilontarkan Kapolres Tegal, AKBP Bayu Prasatyo SH SIK MH kepada awak media uasi gelar pasukan kemarin.
"Momen mudik Lebaran tahun ini yang menjadi perhatian adalah jalur menuju Daya Tarik Wisata (DTW) Guci yang sampai saat ini kondisinya masih belum aman dilalui kendaraan khususnya bus," ujarnya.
Bayu menyebut akses jalan menuju Guci yang masih mengalami kerusakan atau kondisi mengkhawatirkan karena retakan tanah (ambles) khususnya di arah Clirit Kalibakung.
"Akses jalan Clirit Kalibakung masih bisa dilalui namun kendaraan mobil kecil atau mobil pribadi dan sepeda motor, sedangkan bus pariwisata tidak disarankan atau diperbolehkan melintas karena berisiko," terangnya.
Dia menghimbau wisatawan khususnya yang menggunakan bus ketika hendak ke Guci maka bisa melalui jalur Pemalang.
Sedangkan untuk mobil kecil atau pribadi dan sepeda motor masih bisa melalui jalur biasanya yakni via Clirit Kalibakung.
"Salah satu poin penting dalam pengamanan tahun ini adalah pengalihan arus kendaraan besar menuju DTW Guci. Jalur Clirit medannya berat dan belum aman untuk bus. Kami sudah berkoordinasi agar bus wisata diarahkan melalui jalur Pemalang. Jalur Clirit hanya untuk mobil pribadi dan motor," ungkapnya.
Sementara itu, guna menekan angka kriminalitas selama rumah ditinggal mudik, Polres Tegal membuka layanan penitipan sepeda motor gratis di Mapolres Tegal.
Warga dipersilakan menitipkan kendaraannya agar lebih aman dari ancaman pencurian. Selain itu, pemudik juga bisa memanfaatkan inovasi digital dari Polda Jateng berupa Chatbot Travel Assistant Corridor (TAC) melalui WhatsApp.
Layanan ini membantu memantau jalur alternatif hingga lokasi pos pengamanan terdekat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: