Satgas Pangan Polres Klaten Sidak Pasar, Harga Bapokting Masih Stabil Jelang Lebaran
PENGAWASAN : Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Taufik Frida Mustafa memastikan pengawasan dan stabilitas harga bahan pokok di wilayah Kabupaten Klaten bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Klaten. Foto : Erna Yunus Basri--
KLATEN, diswayjateng.id - Harga sejumlah komoditas strategis di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Klaten, saat ini masih terpantau relatif stabil.
Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Taufik Frida Mustafa, jajaran Polres Klaten memastikan pengawasan akan terus dilakukan secara rutin.
"Guna menjaga stabilitas harga bahan pokok di wilayah Kabupaten Klaten," kata AKP Taufik Frida Mustafa, ditengah kegiatan Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Klaten inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Gede Klaten, Rabu 11 Maret 2026.
Sidak ini, disebutkan Kasat Reskrim guna memastikan stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.
BACA JUGA: Ramp Check Angkutan Lebaran, Satlantas Polres Klaten Temukan Satu Bus Gunakan Lampu Strobo
BACA JUGA: Ribuan Warga Desa Wunut Tulung Klaten Sumringah, Jelang Lebaran Terima THR Hasil Pengelolaan Wisata
Kegiatan ini melibatkan sejumlah instansi terkait, di antaranya Satgas Pangan Polres Klaten, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagops), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Bulog Subdivre Meger Ceper, Bulog Cabang Surakarta, serta personel Satreskrim Polres Klaten.
AKP Taufik Frida Mustafa menerangkan, berdasarkan pemantauan untuk saat ini, harga beras premium dijual sekitar Rp14.500 per kilogram, telur ayam ras berkisar antara Rp27.500 hingga Rp29.000 per kilogram, bawang merah antara Rp30.000 hingga Rp39.500 per kilogram, serta bawang putih berkisar Rp30.000 hingga Rp33.000 per kilogram.
Sementara itu, harga cabai bervariasi tergantung jenisnya. Cabai rawit merah menjadi komoditas dengan harga tertinggi yang mencapai Rp90.000 per kilogram, sedangkan cabai merah besar dijual pada kisaran Rp35.000 hingga Rp45.000 per kilogram," paparnya.
Untuk komoditas lainnya, ia menyebutkan, minyak goreng curah dipasarkan antara Rp20.000 hingga Rp21.000 per liter, sedangkan gula pasir curah berkisar Rp17.500 hingga Rp18.000 per kilogram.
BACA JUGA: Ayah di Klaten Cabuli Anak Kandung Selama 14 Tahun, Sejak Korban Kelas 4 SD
BACA JUGA: Hari Pertama Ramadan, Polres Klaten Musnahkan Ribuan Botol Miras dan Knalpot Brong
Adapun harga komoditas daging dan ikan juga masih stabil. Daging ayam ras dijual pada kisaran Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram, ikan tongkol dan bandeng masing-masing Rp38.000 per kilogram, ikan kembung Rp40.000 per kilogram, serta daging sapi paha belakang Rp135.000 per kilogram.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan tidak ditemukan lonjakan harga yang signifikan pada sebagian besar komoditas kebutuhan pokok. Bahkan, terdapat beberapa komoditas yang justru mengalami penurunan harga.
"Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, harga kebutuhan pokok relatif stabil. Bahkan telur ayam mengalami penurunan harga dari Rp28.000 menjadi Rp27.000 hingga Rp27.500 per kilogram," jelasnya.
Kasat Reskrim menambahkan, tim melakukan pengecekan langsung ke sejumlah kios pedagang guna memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali serta distribusi barang berjalan lancar di pasaran.
Menjelang Lebaran ini, Satgas Pangan Klaten diakui dia, siap memastikan ketersediaan bapokting serta memastikan harga tetap terjangkau oleh masyarakat.
BACA JUGA: Dirawat di RSUP Kariadi Semarang, Wakil bupati Klaten Meninggal Dunia
BACA JUGA: Rumah Kepala KPP Banjarmasin Mulyono di Klaten Digeledah KPK
"Kami terus melakukan pemantauan langsung ke pasar tradisional dan berkoordinasi dengan instansi terkait agar distribusi bahan pokok berjalan lancar," ujarnya.
Satgas Pangan Polres Klaten memastikan pengawasan akan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan dinas terkait dan pemangku kepentingan lainnya.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga, sehingga masyarakat dapat menjalani bulan Ramadan serta menyambut Idulfitri dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap kelangkaan maupun lonjakan harga bahan pokok.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: