Datangi Pos Pengungsian Padasari Tegal, Rustini Membawa Kebahagian untuk Korban Tanah Bergerak
MENYAPA PENGUNGSI - Pembina PP HMT, Hj. Rustini Murtadho Muhaimin Iskandar didampingi Sekjen DPP Perempuan Bangsa, Hj. Nur Nadlifah dan Ketua DPC PKB Kabupaten Tegal Abdul Aziz, saat menyapa para pengungsi tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatine--
SLAWI, diswayjateng.com – Langit Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Selasa (10/3/2026) siang itu tampak mendung. Di beberapa sudut desa, tanah masih terlihat retak-retak. Seolah menyimpan cerita panjang tentang malam ketika bumi perlahan bergerak dan mengubah hidup ribuan warganya.
Di gedung SDN Padasari 02, yang kini menjadi lokasi pengungsian, ratusan warga bertahan menjalani hari. Sebagian duduk di teras sekolah sambil menimang anak, sebagian lain memandang perbukitan yang dulu menjadi tempat mereka pulang.
Pembina Pengurus Pusat Harakah Majelis Taklim (HMT) Hj. Rustini Murtadho Muhaimin Iskandar tampak melangkah pelan saat memasuki lokasi pengungsian. Ia menyapa satu per satu warga yang berada di sana.
Sebelum datang ke Padasari, Rustini terlebih dahulu singgah di Ponpes Al Adalah 2, Desa Capar, Kecamatan Jatinegara. Ia datang didampingi Sekjen DPP Perempuan Bangsa, Hj. Nur Nadlifah, Ketua DPC PKB Kabupaten Tegal Abdul Aziz, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Wakil Wali Kota Tegal Hj. Tazkiyatul Muthmainnah, Anggota DPR RI Eka Widodo, serta sejumlah anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Tegal dan kader PKB lainnya.
Saat menjejakkan kaki di kawasan terdampak, Rustini mengaku hatinya langsung terenyuh melihat kondisi warga yang telah lebih dari sebulan hidup di pengungsian.
“Saya sudah melihat sendiri kondisinya. Sangat memprihatinkan. Banyak rumah warga yang sudah ambruk dan rata dengan tanah, sementara warga sudah lebih dari satu bulan tinggal di pengungsian,” tuturnya lirih.
Bencana tanah bergerak di Desa Padasari sendiri terjadi sejak Senin malam, 2 Februari 2026, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Tanah perlahan bergeser, merobohkan rumah demi rumah. Hingga kini fenomena itu masih terjadi sehingga warga belum berani kembali ke rumah.
Rustini, istri Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, biasa dipanggil Mba Rus ini mengaku bersyukur karena penanganan awal terhadap para korban sudah berjalan cukup baik. Ia mengapresiasi pemerintah daerah dan para wakil rakyat yang sejak awal turun langsung membantu warga.
“Saya bersyukur Bupati Tegal, anggota DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi Jateng hingga DPR RI dari PKB semuanya bersatu membantu warga sejak awal musibah. Pertolongan pertama sudah mereka lakukan dengan sangat baik,” ujarnya.
Di pos pengungsian, Rustini juga memastikan kebutuhan pokok para korban masih terpenuhi.
“Tadi saya sudah berkomunikasi dengan para pengungsi. Alhamdulillah kebutuhan sembako sudah tercover. Yang paling mereka butuhkan sekarang adalah tempat tinggal, karena rumah mereka sudah tidak bisa ditempati lagi,” ucapnya.
Harapan itu kini perlahan mulai terlihat. Pemerintah pusat tengah membangun hunian sementara (huntara) bagi para korban. Sebanyak 250 unit huntara ditargetkan selesai pada 15 Maret 2026 dan dapat ditempati oleh 250 kepala keluarga.
“Pembangunannya bertahap. Ini untuk kondisi darurat dulu. Setelah itu akan dilanjutkan kembali. Teman-teman dari PKB akan terus mengawal agar kondisi di sini bisa pulih secepatnya,” tegas Rustini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: