Stadion Sultan Fatah Demak 'Mencekam', Polisi Redam Keberingasan Massa
Simulasi Sistem Pengamanan Kota yang dilakukan jajaran Polres Demak. --
DEMAK, diswayjateng.com- Kawasan Stadion Sultan Fatah DEMAK kondisinya mencekam. Tembakan gas air mata serta raungan suara sirine mobil polisi, mewarnai stadion sepak bola kebanggaan masyarakat DEMAK ini.
Aksi massa yang beringas tersebut, memaksa ratusan anggota Polres Demak turun tangan meredam mereka agar tidak memicu anarkis.
Namun peristiwa yang mencekam ini, ternyata hanyalah simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispam Kota) yang dilakukan jajaran Polres Demak.
Agenda simulasi tersebut diikuti sebanyak 400 personel Polres Demak. Mereka berasal dari berbagai bagian, satuan, fungsi, seksi hingga Polsek jajaran.
Kegiatan ini sebagai bentuk kesiapsiagaan aparat Polres Demak, menghadapi dinamika situasi Kamtibmas di wilayah Kabupaten Demak.
Simulasi digelar di tengah bulan Ramadhan, saat sebagian besar personel menjalankan ibadah puasa. Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat anggota mengikuti rangkaian latihan simulasi.
Dalam simulasi itu, para personel memperagakan tahapan penanganan aksi unjuk rasa. Yakni. mulai dari situasi kondusif, penyampaian aspirasi secara tertib, hingga skenario eskalasi massa yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
Latihan dilakukan secara bertahap dengan menekankan langkah-langkah persuasif, negosiasi serta pengendalian massa sesuai dengan standar operasional prosedur.
Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra mengatakan, latihan Sispam Kota merupakan upaya meningkatkan kemampuan dan kesiapan personel menghadapi berbagai kemungkinan situasi di lapangan.
Dari latihan ini, kata Damel, bisa melihat bahwa tahapan demi tahapan sudah berjalan dengan baik.
"Namun latihan ini tentu bukan yang terakhir, karena kita juga harus melihat dinamika situasi Kamtibmas ke depan yang sangat dinamis,” ujar AKBP Samel pada Minggu (8/3/2026). 
Agenda simulasi diikuti sebanyak 400 personel Polres Demak di Stadion Sunan Fatah Demak. --
Menurut Damel, kemampuan personel menangani aksi unjuk rasa maupun potensi gangguan keamanan lainnya, harus terus ditingkatkan melalui latihan yang berkelanjutan.
Samel menyebut, bahwa simulasi seperti ini juga menjadi sarana memperkuat koordinasi antar satuan fungsi.
"Dengan tujuan setiap anggota memahami peran dan tanggung jawabnya saat menghadapi situasi kontinjensi, " tukasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: