Tanah Bergerak di Desa Kajen Tegal Meluas, Rumah Rusak Semakin Bertambah

Tanah Bergerak di Desa Kajen Tegal Meluas, Rumah Rusak Semakin Bertambah

TANAH BERGERAK - Kondisi rumah warga yang ambruk akibat tanah bergerak di Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Kamis (26/2/2026).--

SLAWI, diswayjateng.com – Bencana tanah bergerak di Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Hingga Kamis (26/2/2026), pergerakan tanah masih aktif dan justru meluas ke arah barat. Jumlah rumah terdampak pun terus bertambah.

Ketua PMI Kabupaten Tegal, Iman Sisworo, melalui Kepala Markas PMI Kabupaten Tegal Sunarto menjelaskan, peristiwa tanah bergerak pertama kali terjadi pada Rabu, 4 Februari 2026 sekitar pukul 19.00 WIB. Sehari berselang, tepatnya 5 Februari 2026, Desa Kajen ditetapkan dalam status tanggap darurat hingga 18 Februari 2026.

“Karena kondisi lapangan belum stabil dan pergerakan tanah masih aktif, status tanggap darurat diperpanjang mulai 18 Februari sampai 4 Maret 2026,” ujarnya.

Lokasi terdampak berada di RW 09 meliputi RT 01, RT 02, RT 03 dan RT 04. Awalnya tercatat 21 rumah mengalami rusak parah bahkan roboh. Dua fasilitas sosial, yakni mushola dan madrasah, juga rusak berat.

Namun perkembangan terbaru dari laporan Pemerintah Desa menyebutkan adanya tambahan 64 rumah terdampak akibat pergerakan lanjutan ke arah barat. Puluhan rumah tersebut mengalami retak-retak serius dan dikhawatirkan roboh jika hujan kembali mengguyur.

“Setiap terjadi hujan, muncul retakan baru secara bertahap pada bangunan warga. Ini yang membuat risiko semakin tinggi,” kata Sunarto.

Total sementara, sebanyak 85 rumah dan dua fasilitas sosial terdampak bencana tanah bergerak ini. Meski demikian, sebagian besar warga masih memilih mengungsi secara mandiri di rumah kerabat atau bertahan di bagian rumah yang dianggap lebih aman.

Dapur umum juga masih berjalan secara swadaya masyarakat, dengan dukungan satu tenda dari kepolisian untuk dapur umum serta satu tenda dari BPBD yang digunakan untuk kegiatan warga sekaligus mushola darurat.

Sunarto mengungkapkan, bantuan terus mengalir dan dikoordinir secara mandiri oleh pemerintah desa bersama masyarakat setempat. Upaya penanganan terus dilakukan. PMI melakukan monitoring dan evaluasi lapangan secara berkelanjutan. 

Selain itu, Dinas Kesehatan juga menurunkan layanan kesehatan mobile, termasuk Puskesmas Lebaksiu turun langsung memberikan pelayanan kepada warga terdampak.

"Koordinasi lintas sektor serta pengamanan area rawan juga tetap dijalankan," sambungnya.

Anggota DPRD Kabupaten Tegal, Agung Yudhi Kurniawan atau yang akrab disapa AYK, menegaskan perlunya percepatan pendataan ulang rumah terdampak secara by name by address oleh dinas terkait.

“Pendataan detail ini penting sebagai dasar penetapan penerima bantuan dan perencanaan hunian sementara (huntara),” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait