Panglima TNI Ingatkan Prajurit Waspadai Kejahatan Siber dan Penyalahgunaan Medsos
Kepala Staf Daerah Militer (Kasdam) IV/Diponegoro Brigjen TNI M. Andhy Kusuma, S.Sos., M.M., M.Han., CFrA saat memeriksa pasukan dalam upacara Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi Polisi Militer TNI TA 2026 digelar di Lapangan Upacara Kodam IV/Diponegoro, Se-Istimewa/ Umar Dani -Pendam IV Diponegoro
SEMARANG, diswayjateng.com – Panglima jateng.disway.id/listtag/1382/tni">TNI mengingatkan seluruh prajurit agar mewaspadai kejahatan di media sosial serta ancaman siber yang dapat merusak citra institusi jateng.disway.id/listtag/1382/tni">TNI.
Pesan tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, yang dibacakan oleh Kepala Staf Daerah Militer (Kasdam) IV/Diponegoro Brigjen TNI M. Andhy Kusuma, S.Sos., M.M., M.Han., CFrA, dalam Upacara Gelar Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) dan Operasi Yustisi Polisi Militer TNI Tahun Anggaran 2026.
Upacara tersebut digelar di Lapangan Upacara Kodam IV/Diponegoro, Semarang, Jumat 13 Februari 2026, dan dipimpin langsung oleh Brigjen TNI M. Andhy Kusuma selaku Inspektur Upacara.
Dalam amanat Panglima TNI, ditekankan agar Polisi Militer terus meningkatkan kemampuan seiring perkembangan teknologi, terutama dalam pencegahan kejahatan siber serta penyalahgunaan media sosial yang berpotensi mencoreng nama baik TNI.
“Organisasi, peralatan, serta sarana dan prasarana teknologi harus dioptimalkan guna mempercepat proses penanganan perkara pidana secara profesional dan transparan,” demikian isi amanat Panglima TNI yang dibacakan Kasdam.
Panglima TNI juga mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 masih ditemukan pelanggaran yang terjadi sejak tahun 2024.
Meski demikian, angka pelanggaran dalam Operasi Gaktib mengalami penurunan dari 456 pelanggaran menjadi 432 pelanggaran, atau turun 5,62 persen.
Sementara itu, Operasi Yustisi juga menunjukkan penurunan signifikan dari 925 perkara menjadi 549 perkara, atau turun sebesar 40,64 persen.
Capaian tersebut dinilai sebagai kemajuan, namun Panglima TNI menegaskan hal itu tidak boleh membuat seluruh jajaran lengah. Upaya penegakan disiplin serta penegakan hukum harus terus ditingkatkan secara konsisten.
Selain dituntut cerdas secara intelektual, prajurit Polisi Militer TNI juga harus memiliki mental ideologi yang kuat serta pemahaman hukum yang luas.
Panglima TNI juga mendorong agar terus dibangun persamaan persepsi dan sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya guna menghindari potensi gesekan di lapangan.
Upacara Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi Polisi Militer TNI TA 2026 mengusung tema “TNI Prima, Taat Hukum, Berdaulat, Indonesia Maju.”
Upacara tersebut diikuti oleh unsur pejabat dan pasukan upacara dari berbagai satuan TNI, Polri, serta instansi terkait di Jawa Tengah, termasuk Satpol PP, Bea Cukai, Dishubkominfo, hingga PNS Kodam IV/Diponegoro.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: