Jelang Ramadan, 110 Wisma Karaoke Argorejo Semarang Tutup Sementara

Jelang Ramadan, 110 Wisma Karaoke Argorejo Semarang Tutup Sementara

Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan Paguyuban Karaoke (Pakar) Argorejo menggelar Sosialisasi penutupan wisma karaoke di Aula Argorejo kelurahan Kalibanteng kulon Semarang kamis 12 Februari 2026.-Umar Dani -

SEMARANG, diswayjateng.com – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, sedikitnya 110 wisma atau tempat karaoke di kawasan Argorejo, yang dulu dikenal sebagai lokalisasi Sunan Kuning (SK), Kalibanteng Kulon, SEMARANG Barat, rencananya akan tutup sementara selama lima hari. Penutupan dijadwalkan mulai 17 hingga 21 Februari 2026.

Ketua Paguyuban Karaoke (Pakar) Argorejo, Triyanto, mengatakan penutupan tersebut dilakukan murni sebagai bentuk penghormatan terhadap Ramadan.

“Berdasarkan surat edaran dari Pemkot, penutupan hanya tanggal 17 dan 18 Februari. Namun kami sepakat tutup lima hari,” ujar Triyanto usai sosialisasi penutupan di Aula Argorejo, Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kamis (12/2).

Dalam sosialisasi yang diikuti pengelola wisma itu, hadir Sekretaris Satpol PP Kota Semarang Marthen Stevanus Dacosta serta Lurah Kalibanteng Kulon Parjono.

Triyanto menjelaskan, keputusan menutup karaoke selama lima hari merupakan bentuk kearifan lokal yang disesuaikan dengan aktivitas ibadah masyarakat sekitar.

“Tanggal 19 Februari sudah ada tarawih. Kami khawatir kalau sudah buka, warga yang tarawih terganggu suara musik. Jadi biar sinkron, kita tutup mulai tanggal 17 sampai 21 Februari,” jelasnya.

Ia menambahkan, karaoke di kawasan Argorejo akan kembali beroperasi pada 22 Februari 2026 dengan jam operasional setelah tarawih, yakni pukul 20.00 hingga 01.00 WIB.

“Kalau aturan Pemkot operasionalnya mulai jam 18.00 sampai 01.00. Tapi kami memilih buka setelah tarawih. Ini sudah berlaku lama sebagai bentuk penghormatan Ramadan,” katanya.

Menurut Triyanto, sosialisasi penutupan dan surat edaran sudah disampaikan secara menyeluruh kepada pengelola. Namun, masih ada pendatang baru yang belum memahami aturan dan tradisi yang sudah berjalan di kawasan tersebut.

“Sebenarnya teman-teman sudah tahu semua. Tapi kadang ada pendatang baru yang baru usaha masih bertanya kok begini kok begitu. Makanya perlu kita beri pemahaman,” paparnya.

Ia menegaskan, para pelaku usaha baru akan terus diberi pengarahan hingga akhirnya memahami dan menyesuaikan diri dengan aturan yang berlaku.

“Kita masih bersyukur dibandingkan di Kabupaten Semarang. Kalau di sana selama puasa biasanya tutup total,” ungkapnya.

Saat ini, jumlah pengelola karaoke yang terdata di kawasan Argorejo sekitar 110 orang, sedangkan jumlah pemandu lagu (LC) mencapai kurang lebih 390 orang.

“Nanti LC dari luar juga akan diberikan surat edaran sosialisasi. Sebelumnya mereka juga sudah diberikan pengarahan dan mereka setuju karena ini sudah menjadi agenda,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait