Dirikan Dapur Umum di Padasari Tegal, Dinsos Jateng Pastikan Tak Ada Warga Terdampak Kelaparan
WAWANCARA - Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, saat diwawancara Radar Tegal, di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Kamis (5/2/2026) sore.--
SLAWI, diswayjateng.com – Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah turun langsung mendirikan dapur umum di lokasi bencana tanah bergerak Desa Padasari Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal. Hal ini untuk memastikan satu hal paling mendasar: tak satu pun warga terdampak bencana yang kehilangan hak atas makanan.
Asap tipis mengepul dari balik tenda dapur umum di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Kamis (5/2/2026) sore. Di tengah tanah yang terus bergerak dan rumah-rumah yang retak bahkan roboh, denyut kehidupan tetap dijaga lewat panci-panci besar yang tak berhenti mendidih.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, menegaskan bahwa layanan dasar bagi warga terdampak tanah bergerak di Padasari sudah terfasilitasi secara menyeluruh.
“Kami pastikan tidak ada satu pun warga yang tidak terlayani. Kebutuhan dasar makanan sudah terpenuhi dengan baik. Semua pengungsi terfasilitasi,” tegas Imam Maskur, saat ditemui di lokasi dapur umum, di Desa Padasari, Kamis (5/2/2026) sore.
Saat ini, jumlah pengungsi di Desa Padasari hampir menyentuh angka 1.700 jiwa. Mereka berasal dari warga desa terdampak serta ratusan santri Pondok Pesantren Al-Adalah yang juga ikut terdampak bencana tanah bergerak.
Untuk menjamin kebutuhan logistik tersebut, Dinsos Jateng mengoperasikan satu dapur umum yang berfungsi sebagai tulang punggung pemenuhan konsumsi seluruh pengungsi.
“Satu dapur umum ini kami siapkan untuk membackup lebih dari 1.000 jiwa pengungsi. Distribusi makanan kami lakukan rutin, termasuk untuk para santri Pondok Pesantren Al-Adalah,” kata Imam Maskur yang pernah menjabat Camat Talang, Kabupaten Tegal ini.
Tak hanya dapur umum, Dinsos Jateng juga menggelontorkan berbagai bantuan darurat. Mulai dari makanan siap saji, tenda pengungsian, pakaian layak pakai, hingga kebutuhan dasar lainnya. Bahkan, bantuan lanjutan dari Kementerian Sosial RI juga menggelontorkan bantuan untuk memperkuat penanganan di lapangan.
“Selain dari kami, Kemensos juga melakukan dropping bantuan. Jadi suplai logistik untuk warga terdampak insyaallah aman,” ujar Imam Maskur.
Desa Padasari bukan satu-satunya titik krisis. Dinsos Jateng juga membuka dapur umum di wilayah lain yang dilanda bencana. Pada hari yang sama, dapur umum didirikan di Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, menyusul bencana banjir bandang di lereng Gunung Slamet. Tak hanya itu, Pemalang Kota yang juga terendam banjir turut mendapatkan layanan dapur umum.
“Kami tidak hanya fokus di Padasari. Di Pulosari dan Pemalang Kota juga kami dirikan dapur umum. Prinsipnya, negara harus hadir di setiap titik bencana,” tegasnya.
Selain konsumsi, bantuan non-pangan juga terus disalurkan, seperti pakaian, alat kebersihan, serta perlengkapan pendukung untuk pemulihan pascabanjir dan bencana.
Seperti diberitakan sebelumnya, bencana tanah bergerak melanda Desa Padasari sejak Minggu (1/2/2026). Hingga Kamis (5/2/2026) sore, tercatat 448 unit rumah warga rusak, tersebar di RW 01, RW 02, RW 03, dan RW 04.
Dampak bencana tak berhenti di permukiman. Infrastruktur desa ikut luluh lantak. Tercatat tiga titik jalan desa dan kabupaten rusak, satu bendung irigasi terdampak, satu jembatan desa terputus, serta sejumlah fasilitas ibadah, pendidikan, pemerintahan, dan kesehatan mengalami kerusakan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
