Musrenbangkel Margadana, Warga Usul Pavingisasi hingga Perbaikan Saluran
MARGADANA – Kelurahan Margadana, Kecamatan Margadana, mengadakan Musrenbangkel di Pendapa Kelurahan, Selasa pagi (3/2). --
TEGAL, diswayjateng.com - Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan (Musrenbangkel) Tahun 2026 di Pendapa Kelurahan Margadana, Selasa pagi (3/2), berlangsung ramai. Namun, jangan bayangkan seperti rapat birokrasi yang kaku. Di sini, warga bicara jujur.
Mulai dari saluran mampet hingga jalan becek. Dari 13 RW dan 67 RT, keluar 11 usulan fisik dan tujuh non fisik. Kebanyakan soal paving dan saluran. Wajar. Musim hujan, genangan air seperti teman lama.
RW 12 dan 13? Mereka belum menyerahkan jalan umum ke Pemerintah Kota Tegal. Jadi, sementara ini belum bisa mengajukan usulan fisik. Tapi mereka tetap punya aspirasi non fisik.
LPMK, PKK, dan Karang Taruna juga ikut menyuarakan kebutuhan warga. Ini semua diusulkan berdasarkan kebutuhan, bukan keinginan. Sebelumnya, telah dimusyawarahkan dalam Rembug RW. Semua sebenarnya mendesak.
Namun, kata Lurah Margadana Slamet Sugiharto, yang akrab dipanggil Ugi, tetap ada prioritas.
“Lewat Musrenbangkel ini, disepakati prioritas pertama tiap RW,” kata Ugi.
Musrenbangkel dihadiri Anggota DPRD Kota Tegal dari Daerah Pemilihan Margadana Sutari, Enny Yuningsih, Zaenal Nurohman, dan M Tarso Supriadin. Dipandu Sekretaris LPMK Sudarmo, mengundang RW, RT, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan unsur LKK lainnya.
RW 11 minta pavingisasi dan saluran, karena jalan becek dan banjir tiap hujan. RW 9? Jalan terlalu rendah, saluran hampir tak ada. RW 8, saluran rusak, jalan macet.
RW 7 usul peninggian paving dan saluran tengah. Gang rusak, air mampet. RW 6 jalan tergenang dan perlu pavingisasi, RW 5 belum punya saluran sama sekali, RW 4 paving dinaikkan supaya tidak banjir.
RW 3 kombinasi: paving, peninggian, saluran u-ditch, karena paving rendah dan saluran rusak parah.
RW 2 fokus ke perbaikan saluran, sekaligus penutup pelindung agar motor dan mobil tidak merusaknya. RW 1 normalisasi aliran air, gotnya sudah tak berfungsi.
RW 10 punya prioritas lain: peninggian dan tembok keliling Makam Sura Ganja. Usulan non fisik juga beragam. Mulai pelatihan keterampilan, kepemimpinan, tata boga, editor video, menjahit, tata rias, setir mobil, dan sebagainya.
Kepala Seksi Pelayanan Masyarakat Kecamatan Margadana Jaenal Arifin menegaskan, semua usulan dari Musrenbangkel akan dibawa ke Musrenbang Kecamatan.
Rencananya, acara itu dijadwalkan 11 Februari mendatang. “Volume paling besar, dua fisik dan dua non fisik dari setiap kelurahan,” ucap Jaenal, sambil menatap catatan di mejanya, seolah memastikan tak ada yang terlewat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
