Hari Pertama Operasi Keselamatan Candi 2026, Truk Hantam Pemotor di Jantung Kota Sukowati
Kejadian laka lantas di Kabupaten Sragen. (mukhtarulhafidh/diswayjateng.id)--Mukhtarul Hafidh / diswayjateng.id
SRAGEN, diswayjateng.com – Genderang Operasi Keselamatan Candi 2026 yang baru saja ditabuh Polres Sragen langsung disambut kabar duka. Belum genap 24 jam operasi berjalan untuk menekan angka kecelakaan, aspal di jantung kota Sragen justru sudah "meminta" korban.
Senin (2/2) petang, saat gerimis tipis menyelimuti Bumi Sukowati, kecelakaan antara truk melawan sepeda motor (SPM) pecah di Jalan Sukowati No. 2, tepat di depan Alun-Alun Sragen.
Insiden yang terjadi pukul 18.30 WIB ini menjadi tamparan keras bagi pengguna jalan di hari pertama dimulainya operasi lalu lintas tersebut.
informasi yang dihimpun Dua remaja asal kampung Mageru, Kelurahan Sragen Tengah, menjadi korban. Alfath Febri Pratama, 21, harus dilarikan ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro dengan kondisi luka robek parah di gusi bawah dan tiga gigi tanggal.
Sementara itu, rekannya, Bilqis Auxsentia, 16, mengalami luka robek di bibir dan dagu serta nyeri panggul yang serius.
BACA JUGA: Bupati Batang Geram Parkir Truk Liar Tak Tertib, Sentil Dishub
BACA JUGA: Rencana Pembongkaran Eks Pemda, DPRD Sragen Desak Public Hearing Sebelum Bupati Ambil Keputusan
"Informasi masuk pukul 18.23 WIB. Tim langsung meluncur, namun korban sudah dievakuasi lebih dulu oleh ambulan PSC Alfa 06 ke RSUD," ungkap Ketua PMI Kabupaten Sragen Utami Dewi Masithoh berdasarkan laporan resmi yang diterimanya.
Insiden di depan Alun-Alun ini seolah menegaskan data mengerikan yang dirilis kepolisian. Sepanjang Januari 2026 saja, sebelum operasi ini dimulai, tercatat sudah ada 180 kasus kecelakaan dengan 9 nyawa melayang.
Jika menilik ke belakang, tren kecelakaan di Sragen memang sedang "mendaki". Pada 2025 lalu, jumlah kecelakaan melonjak menjadi 1.741 kasus, naik dari tahun sebelumnya yang mencatatkan 1.709 kejadian.
Dampaknya pun nyata. Kerugian materiil akibat aspal jalanan ini mencapai angka fantastis, yakni Rp 3,9 miliar hanya dalam satu tahun.
Kasi Humas Polres Sragen AKP Sigit Sudarsono melalui siaran pers menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Candi yang berlangsung hingga 15 Februari ini akan menyasar pelanggaran fatalitas. Targetnya jelas yakni knalpot brong, balap liar, dan perilaku berkendara yang abai keselamatan.
"Kami melakukan deteksi dini dan pemetaan lokasi rawan. Kejadian di hari pertama ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa bahaya mengintai tepat di depan mata jika kita lengah," tegasnya.
Selain itu, kesiapan moda transportasi umum juga menjadi sorotan. Petugas akan melakukan ramp check atau inspeksi mendadak di lokasi-lokasi strategis. Fokusnya bukan di terminal, melainkan titik-titik yang sering dilintasi bus pariwisata dan angkutan umum.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: