Antisipasi Dampak Rob dan Genangan Mintaragen Tegal Dominasi Usulan Musrenbangkel
MINTARAGEN – Musrenbang Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, diadakan di Pendapa Kelurahan, Sabtu (31/1).--
TEGAL, diswayjateng.com - Sabtu kemarin (31/1). Tepat di penghujung Januari, Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, mengadakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan (Musrenbangkel) 2026. Sejak Rembug RW, usulan telah datang bertubi-tubi. Awalnya banyak. Dari 11 RW yang ada. Lalu dikerucutkan. Hasilnya: tujuh usulan kegiatan fisik dan tujuh usulan non-fisik. Semuanya mendesak. Mayoritas soal dampak rob dan genangan banjir.
RW 10, 11, 9, dan 8 adalah yang paling menderita karena kerap terendam. Di RW 9, air luapan Sungai Gung jadi momok. Lihat saja Jalan Jati. Empat tahun sudah warga di sana mengusulkan untuk pembuatan saluran. Selama itu pula banjir kerap singgah.
Dulu, sisi utara sempat disetujui, tapi mentok. Ada kios di sana. Kini, warga putar otak. Usulan baru masuk: bangun saluran di sisi selatan. Panjangnya 150 meter.
Pindah ke Jalan Ciliwung, RT 2 RW 9. Setali tiga uang. Air sering menggenang. Jalan jadi licin. Membahayakan pengguna jalan. Warga minta satu hal: peninggian jalan. Titik. “Akses jalan warga tidak bisa dilalui. Tergenang rob dan licin berlumut,” kata Ketua LPMK Aji Dwi Yanto.
Aji yang memimpin jalannya Musrenbangkel. Musyawarah itu ramai. Ada tiga anggota DPRD Kota Tegal Daerah Pemilihan Tegal Timur yang hadir: Amiruddin, Moh Ali Mashuri, dan Sisdiono.
Ada juga Sekretaris Kecamatan Tegal Timur Agus Pramuardi. Elemen masyarakat lengkap. Dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, Penyuluh KB, PKK hingga Karang Taruna. Semua punya keresahan yang sama.
Selain kegiatan fisik, Warga Mintaragen punya mimpi lain. Tentang isi kepala dan keterampilan tangan, non fisik. Ibu-ibunya kreatif. Mereka tidak mau sekadar jadi penonton. Mereka ingin berkarya. Menciptakan sesuatu yang unik, estetik. Yang punya nilai jual tinggi.
Targetnya jelas: pasar dekorasi. Untuk hantaran pernikahan. Untuk suvenir khitanan dan sebagainya. Pokoknya, karya yang bikin orang berdecak kagum dan mau mengeluarkan dompet.
Lalu anak mudanya. Generasi Z Mintaragen tidak boleh gaptek. Mereka butuh amunisi baru: digital marketing. Dunia sudah berubah. Jualan tidak lagi harus punya ruko di pinggir jalan. Cukup dari genggaman. Itu yang mau dikejar.
Satu lagi yang menarik: pelatihan pijat balita. Sasarannya para kader Posyandu. Ini cerdas. Pijat balita bukan sekadar urusan badan enak, tapi soal kesehatan dan tumbuh kembang. Kader Posyandu harus naik kelas. Punya skill spesialis.
Lurah Mintaragen Imron Rosyadi atau yang akrab disapa Lurah Waim, tampak sangat serius. Maklum, bicara Mintaragen, gaungnya pasti ke mana-mana. Terutama soal rob dan genangan banjir.
“Mintaragen ini daerah rawan rob dan genangan banjir,” ujar Lurah Waim, yang juga terkenal sebagai Lurah TikTok, karena aktif menayangkan kegiatan kelurahannya di media sosial tersebut.
Maka, Lurah Waim melanjutkan, fokus Musrenbang kali ini jelas. Prioritasnya: penanganan rob dan genangann banjir. Harapan Lurah Waim besar. Dia berharap kepada Pemerintah Kota Tegal agar usulan warga tidak sekadar tercatat, baik yang fisik maupun non fisik.
“Mohon usulan prioritas ini bisa direalisasikan pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah 2027,” tegas Lurah Waim.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: