Jalur Penghubung Belum Rampung, WES Dorong Lanjutkan Pembangunan
KALINYAMAT WETAN – Wakil Ketua DPRD Kota Tegal H Wasmad Edi Susilo menanggapi usulan warga Kelurahan Kalinyamat Wetan yang disampaikan dalam Musrenbangkel di Pendapa Kelurahan, Rabu sore (28/1). --
TEGAL, diswayjateng.com - Di Kalinyamat Wetan, Kecamatan Tegal Selatan, terdapat jalur penghubung antar Kelurahan yang lahan tanahnya berasal dari tanah wakaf warga. Saat ini, jalur sepanjang 350 meter tersebut baru bisa dibangun talut, pengurugan, dan pengerasan jalan sebagian, sekitar 108 meter. Warga, khususnya dari Rukun Warga (RW) 3, mengusulkan pembangunan jalur penghubung tersebut agar bisa dilanjutkan.
Usulan itu disampaikan dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan (Musrenbangkel) 2026 yang dilaksanakan Kelurahan Kalinyamat Wetan di Pendapa Kelurahan, Rabu sore (28/1).
Musrenbangkel yang mengundang unsur-unsur Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan dihadiri secara langsung Camat Tegal Selatan HMB Budi Santosa dan Wakil Ketua DPRD Kota Tegal H Wasmad Edi Susilo.
Lurah Kalinyamat Wetan Mari mengatakan, jalur penghubung tersebut merupakan jalan umum yang didirikan di atas tanah wakaf warga sebanyak 23 bidang, dengan lebar masing-masing empat meter.
Jalur ini menghubungkan Blok Trenggalek di Kalinyamat Wetan dan Dukuh Trukan di Kalinyamat Kulon. Pada 2025, telah dibangun talut, pengurugan, dan pengerasan jalan sepanjang 108 meter melalui kegiatan TMMD Sengkuyung.
“Warga sudah menyerahkan tanahnya, jika tidak ada kelanjutan, bisa kecewa,” ungkap Mari.
Di samping itu, warga menyampaikan keluhan terkait dengan kondisi saluran Kali Sipesing yang mengalami kerusakan cukup berat pada bagian talut di tiga titik.
Yakni, di wilayah RT 2 dan RT 3, RW 2, yang menghubungkan sampai Kelurahan Tunon dan Keturen. Oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang sudah disurvei kondisi kerusakannya, dan warga berharap segera ditindaklanjuti realisasinya.
Sebab, jika Kali Sipesing meluap, banjir akan menggenangi pemukiman hingga halaman rumah warga. “Apabila kondisi hujan besar, banjir masuk ke rumah,” sebut Mari.
Tak hanya itu, warga juga menyampaikan aspirasi terkait kondisi saluran di batas wilayah Kota Tegal dan Kabupaten Tegal, tepatnya di Jalan Tulungagung, RT 1 dan 2 RW 4 Kelurahan Kalinyamat Wetan, yang mengalami kerusakan akibat terdesak akar pepohonan.
Aspirasi lain terkait Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di sejumlah gang, termasuk area pemakaman di empat titik. Selama ini, apabila warga meninggal pada malam hari, tidak bisa langsung dimakamkan karena kondisi di pemakaman tersebut gelap karena belum didukung adanya LPJU.
“Kami berharap usulan yang urgen dan mendesak bisa mendapatkan prioritas,” ucap Mari.
Camat Tegal Selatan HMB Budi Santosa mengapresiasi berbagai usulan yang disampaikan warga dalam kegiatan Musrenbangkel ini. Dia menilai partisipasi aktif masyarakat menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam mendorong pembangunan di wilayah kelurahan.
Camat juga berharap hasil Musrenbangkel ini menjadi dasar perencanaan yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga secara keseluruhan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: