Perampokan Sadis di Rumah Juragan Sate di Boyolali, Bocah 5 Tahun Tewas, Sang Ibu Kritis
MENGANGKUT : Sebuah ambulance terparkir di garis rumah milik juragan sate untuk mengangkut para korban perampokan di Karanggede Boyolali, Kamis 30 Januari 2026. Foto : Erna Yunus Basri--
BOYOLALI, diswayjateng.com - Peristiwa perampokan sadis dirumah milik juragan sate menyebabkan seorang bocah berumur 5 tahun tewas bersimbah darah di Karanggede, Kabupaten Boyolali.
Peristiwa tergolong pencurian pemberatan (Curas) itu, tidak hanya menewaskan seorang bocah perempuan, tapi juga sang ibu Daryanti mengalami luka parah dan kini dalam kondisi kritis di RS Simo, Boyolali.
Kejadian di sebuah rumah mewah milik juragan sate itu berlangsung di kawasan Dukuh Pengkol, Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, Kamis 29 Januari 2026, petang.
Kapolsek Karanggede, AKP Suramto Widodo, memastikan peristiwa ini merupakan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas).
BACA JUGA: PT Jasamarga Solo Ngawi Salurkan Bantuan Pembangunan Masjid di Sawahan Boyolali
BACA JUGA: Warga Desa Jeruk Selo Boyolali Lengserkan Sekdes Supriyanto, Buntut Pembuatan SPP Fiktif Senilai Rp168,5 juta
"Benar telah terjadi tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Terdapat dua korban jiwa," kata AKP Suramto Widodo kepada wartawan.

Kondisi ke-dua korban saat ditemukan sangat memprihatinkan. Bocah yang tewas merupakan anak kedua dari keluarga tersebut.
Korban berinisial AO, ana perempuan 5 tahun ditemukan meninggal di kamar mandi. Sedangkan anak perempuan satunya lagi yang berusia 11 tahun sedang tidak berada di rumah saat peristiwa itu terjadi.
Hingga Kamis malam, ratusan warga masih mengelilingi rumah dibalut kayu jati tersebut. Tim Inafis Polres Boyolali langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
BACA JUGA: Memanas, Warga Desa Jeruk Boyolali Bakar Ban Tuntut Pencairan Dana Proyek
BACA JUGA:
Menurut keterangan warga setempat, peristiwa ini pertama kali diketahui warga pukul 15.30 WIB. Warga yang curiga dengan kondisi rumah korban mendatangi lokasi. Saat pintu rumah dibuka, mereka mendapati bocah malang itu sudah tidak bernyawa.
Sontak, suasana panik pun menyelimuti penemuan itu. Tetangga korban menyebutkan tidak mendengar suara keributan. Justru baru mengetahui setelah ayah korban mengecek CCTV melalui ponsel pribadinya dan melihat banyak bercak darah di lantai.
"Rumahnya jauh lingkungan wraha sekitar. Dan baru ketahuan setelah si ayah mengecek CCTV, pas dilihat banyak darah di lantai," ungkap tetangga korban.
BACA JUGA: Pemuda Asal Boyolali Gantung Diri di Rumah Kios di Salatiga, Tinggalkan Secarik Kertas
BACA JUGA: Demi Sekolah, Anak-anak Tambaksari Demak Berjuang Lewati Jalan Rusak di Tengah Abrasi
Di tempat yang sama, Kepala Dusun Pengkol, Sarjono, mengaku menerima laporan sekitar pukul 15.30 WIB dan langsung menuju lokasi.
"Saat saya datang, warga sudah banyak. Aparat dari Polsek dan Polres juga sudah berada di lokasi," ungkap Sarjono di lokasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: