Banjir Rendam 870 Rumah di Mejobo Kudus, Warga Terbantu Layanan Servis Gratis Sepeda Motor
Yamaha berikan service gratis bagi warga pasca banjir melanda Kudus.-Dok. Yamaha-Wahyu Sulistiyawan
KUDUS, Diswayjateng.com — Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Kudus sejak awal Januari 2026 mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah. Terbaru, banjir rendam sedikitnya 870 rumah di Kecamatan Mejobo, Kudus dan menghambat aktivitas warga terutama di sektor transportasi.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus, Eko Hari Djatmiko, menyampaikan bahwa banjir di Kecamatan Mejobo mulai terjadi sejak Sabtu 10 Januari 2026 hingga Minggu 11 Januari 2026, tercatat sekitar 870 rumah warga terdampak, meski genangan di sejumlah ruas jalan kini mulai berangsur surut.
“Di Kecamatan Mejobo terdapat kurang lebih 870 rumah warga yang terdampak banjir. Saat ini genangan di jalan sudah mulai surut,” kata Eko kepada awak media di Kudus, Sabtu 23 Januari 2026.
Berdasarkan data BPBD Kudus, banjir merendam tujuh desa dengan rincian Desa Mejobo sebanyak 425 rumah, Desa Jojo 200 rumah, Desa Golantepus 150 rumah, Desa Tenggeles 40 rumah. Selain itu di Desa Kesambi 35 rumah, Desa Temulus 20 rumah, serta Desa Hadiwarno yang masih dalam tahap pendataan, dengan laporan awal sekitar 20 hektare lahan sawah terdampak.
Eko menjelaskan, banjir dipicu oleh meluapnya debit air dari sejumlah sungai yang melintasi permukiman warga. Antara lain Sungai Piji, Sungai Dawe, Sungai Logung, Sungai Mrisen, Sungai Nolo, dan Sungai Jati Pasean. Ketinggian air di lokasi terdampak bervariasi antara 5 hingga 40 sentimeter.
Selain merendam rumah dan perabotan, banjir juga berdampak pada kendaraan roda dua milik warga yang menjadi sarana transportasi utama. Kepala Desa Kesambi, Mokhamad Masri, menyebut banyak sepeda motor warga mengalami mogok akibat terendam air.
“Sepeda motor ini sangat vital bagi warga untuk bekerja dan beraktivitas sehari-hari. Saat banjir, banyak motor yang tidak bisa digunakan karena terendam,” ujar Masri di Halaman Balai Desa Kesambi.
Kondisi tersebut mendorong digelarnya layanan servis gratis sepeda motor bagi warga terdampak. Muchlis, Kepala Desa Kesambi, mengatakan program tersebut sangat membantu meringankan beban masyarakat pascabanjir.
“Servis gratis yang diberikan Yamaha sangat meringankan beban kami. Motor warga yang sebelumnya mogok karena terendam banjir bisa digunakan kembali. Tidak hanya diservis, oli juga diganti. Kami mengucapkan terima kasih,” kata Muchlis mewakili warga.
Dalam kegiatan tersebut, Yamaha menerjunkan tiga mekanik dan satu service advisor untuk memberikan perawatan awal terhadap berbagai jenis dan merek sepeda motor di Halaman Balai Desa Kesambi.
Chief DDS 3 PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Bill Gunawan, menjelaskan bahwa layanan tersebut bersifat penanganan pertama agar kendaraan dapat kembali digunakan.
“Sebagian besar sepeda motor terendam banjir sehingga mesin tidak bisa dihidupkan karena kemasukan air. Kami melakukan pertolongan pertama, termasuk penggantian oli secara gratis, agar motor bisa digunakan kembali,” jelas Bill dalam siaran persnya.
Meski demikian, pihak Yamaha tetap mengimbau pemilik kendaraan untuk membawa sepeda motor ke bengkel resmi setelahnya guna mendapatkan pemeriksaan menyeluruh. Hal itu penting mengingat masih banyak komponen yang berpotensi mengalami kerusakan akibat rendaman air dan lumpur.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah sepeda motor masih menyisakan bekas rendaman, bahkan terdapat air di bagian lampu depan serta lumpur pekat di bawah jok kendaraan. Kondisi tersebut dinilai memerlukan penanganan lanjutan agar tidak menimbulkan kerusakan jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: