Jembatan Beringin Ambrol, Pemkot Semarang Kaji Opsi Darurat dan Usulkan Jembatan Permanen Tahun Depan

Jembatan Beringin Ambrol, Pemkot Semarang Kaji Opsi Darurat dan Usulkan Jembatan Permanen Tahun Depan

Pemkot Semarang kaji jembatan darurat dan permanen di sungai beringin di kampung Tambaksari RW7, Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan

SEMARANG, Diswayjateng.com – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang masih mengkaji langkah penanganan pasca ambrolnya jembatan sementara di Sungai Beringin, Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu. 

Pembangunan jembatan permanen baru direncanakan dapat diusulkan pada tahun anggaran 2027 karena masih memerlukan kajian teknis dan studi kelayakan. 

Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto, mengatakan jembatan yang hanyut tersebut merupakan jembatan sementara dan kewenangannya berada di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). 

“Untuk Sungai Beringin kami sudah koordinasi dengan BBWS. Jembatan itu sifatnya sementara. Untuk jembatan permanen, rencananya akan kami usulkan tahun depan karena perlu studi kelayakan dan FSDD,” kata Suwarto, Rabu, 28 Januari 2026. 

BACA JUGA:Hampir Dua Pekan Terisolir, Warga Tambaksari Mangkang Wetan Terpaksa Lintasi Sungai Beringin dengan Getek

Menurutnya, DPU Kota Semarang juga telah menugaskan tim untuk mengecek kemungkinan pengaktifan kembali jembatan darurat. Namun hingga kini belum ada kepastian karena kondisi sungai yang masih berarus deras serta keterbatasan material jembatan darurat. 

“Teman-teman masih menghitung, memungkinkan atau tidak jembatan darurat dibangun kembali. Apalagi sekarang musim hujan, arus sungai masih deras. Kalau dibangun lalu hanyut lagi, justru jadi masalah,” ujarnya. 

Suwarto menegaskan, pembangunan jembatan darurat maupun permanen harus melalui koordinasi dengan BBWS karena berada di kawasan sungai yang fungsi utamanya untuk pengendalian banjir. 

Terkait dampak ambrolnya jembatan tersebut, akses warga RW 7 Mangkang Wetan sempat terganggu. Meski demikian, warga masih dapat menggunakan jalur alternatif dengan perahu ataupun getek, bahkan berkendara meskipun harus memutar lebih jauh. 

“Informasinya masih ada akses lain, meski harus memutar. Tapi nanti akan kami pastikan lagi kondisi di lapangan,” tambahnya. 

Sementara itu, Suwarto juga menjelaskan perkembangan penanganan Sungai Plumbon. Untuk tahun ini, Pemkot Semarang belum mengalokasikan anggaran pembebasan lahan. Namun pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan lanjutan ke Kementerian Pekerjaan Umum. 

“Kami sudah kirim surat ke Kementerian PU untuk membantu pembebasan lahan lanjutan. Masih ada sekitar 120 bidang yang belum bebas,” jelasnya. 

Berdasarkan hasil appraisal, kebutuhan anggaran pembebasan lahan lanjutan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp130 miliar. Sebelumnya, pemerintah pusat telah membantu pendanaan sekitar Rp70 miliar pada tahap awal. 

“Kekurangannya sekitar Rp130 miliar. Mudah-mudahan bisa disetujui oleh pusat,” pungkas Suwarto. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait