Longsor Pranten Batang, 689 Warga Dukuh Rejosari Terpaksa Mengungsi

Longsor Pranten Batang, 689  Warga Dukuh Rejosari Terpaksa Mengungsi

BPBD Kabupaten Batang meninjau lokasi longsor di Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin 26 Januari 2026-ist-

BATANG, diswayjateng.id - Bencana tanah longsor yang melanda Dukuh Rejosari, Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, memaksa 689 jiwa mengungsi.

Longsor yang terjadi pada Jumat, 23 Januari 2026, membuat Pemkab Batang mengirimkan bantuan logistik susulan melalui Dinas Sosial (Dinsos) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Berdasarkan data terbaru BPBD Batang, total pengungsi akibat longsor di Desa Pranten mencapai 689 jiwa.

Menariknya, pola pengungsian warga terbagi ke dua wilayah berbeda.

BACA JUGA: Longsor Tutup Akses Antar Dukuh di Pranten Batang, 110 KK Mengungsi

BACA JUGA: Tenggelam di Batang, Jenazah Sugiarto Ketemu di Pesisir Sayung Demak Setelah 5 Hari

Sebanyak 259 jiwa memilih mengungsi ke rumah kerabat di wilayah dataran tinggi Dieng.

Sementara itu, 430 warga lainnya bertahan di titik-titik aman dengan menumpang di rumah saudara di Desa Pranten.

Kepala Pelaksana BPBD Batang melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Muhammad Fajeri, menjelaskan longsor dipicu oleh cuaca ekstrem.

Hujan deras yang berlangsung cukup lama disertai angin kencang membuat material tebing jenuh air hingga kehilangan daya ikat.

BACA JUGA: Kunjungan Wisata Batang Melonjak, PAD Pariwisata Tak Tercapai Hanya 64,87 persen

BACA JUGA: Gagal Salip Kendaraan, Remaja Putri asal Blado Batang Meninggal Dunia

“Material tanah tidak mampu lagi menahan beban sehingga terjadi longsor,” ujar Fajeri, Senin 26 Januari 2026.

Akibat kejadian tersebut, dua rumah warga terdampak langsung.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait