Pompa Air Berkapasitas Besar Diterjunkan, BPBD Demak Percepat Penanganan Banjir Wonorejo

Pompa Air Berkapasitas Besar Diterjunkan, BPBD Demak Percepat Penanganan Banjir Wonorejo

Pompa air di untuk menyedot air banjijir di Desa Wonorejo Karanganyar Demak--

Demak, diswayjateng.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak terus mengintensifkan upaya penanganan genangan banjir di sejumlah wilayah terdampak. Salah satunya dengan menerjunkan pompa air berkapasitas besar di Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, guna mempercepat proses penyurutan genangan.

Kepala BPBD Kabupaten Demak, Agus Sukiyono, mengatakan pompa air yang digunakan merupakan bantuan dari BPBD Provinsi Jawa Tengah. Bantuan tersebut diberikan karena pompa milik BPBD Demak saat ini telah lebih dulu dioperasikan di Desa Kalisari, Kecamatan Sayung, sejak satu hingga dua bulan terakhir dan masih terus digunakan.

“Pompa besar dari BPBD Provinsi Jawa Tengah sudah kami terjunkan di Wonorejo, karena pompa milik BPBD Demak kita tempatkan di Kalisari sejak satu atau dua bulan lalu dan hingga kini masih beroperasi di sana,” ujar Agus saat dihubungi, Selasa (13/1/2026).

Ia menjelaskan, pompa tersebut difungsikan untuk mempercepat penyedotan air guna mengurangi genangan banjir yang merendam permukiman warga di Desa Wonorejo.

Menurutnya, jika tidak terjadi hujan deras dan operasional pompa berjalan lancar, genangan diperkirakan dapat surut dalam waktu dua hingga tiga hari ke depan.

“Insyaallah kalau tidak ada hujan lagi dan pompanya berjalan lancar, paling tidak dua sampai tiga hari bisa surut. Sambil nanti siponnya juga dibersihkan,” jelasnya.

Agus mengungkapkan, banjir di Desa Wonorejo dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung selama beberapa hari terakhir, ditambah limpasan air dari sungai-sungai di sekitar wilayah tersebut.

Kondisi geografis Wonorejo yang berada di daerah cekungan juga membuat air mudah mengendap dan sulit mengalir secara alami.

“Wonorejo memang daerah cekungan. Jadi ketika ada air, otomatis mengendap. Karena itu perlu dilakukan pompanisasi,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi serupa juga pernah terjadi pada tahun sebelumnya. Saat itu, BPBD melakukan penyedotan air selama beberapa hari disertai pembersihan sipon, sehingga genangan banjir dapat surut lebih cepat.

Selain Desa Wonorejo, banjir juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah lain, seperti beberapa desa di Kecamatan Bonang. 

Sementara di Kecamatan Demak Kota, khususnya Kelurahan Betokan, kondisi banjir saat ini telah surut. Adapun di Kecamatan Sayung, genangan masih terjadi di Desa Kalisari dan Desa Sayung, dengan pompa air yang terus dioperasikan untuk pengendalian banjir.

“Hingga saat ini belum ada laporan warga yang mengungsi. Warga masih bertahan di rumah masing-masing, dan kami terus memantau perkembangan di lapangan,” ujar Agus.

BPBD Demak terus melakukan antisipasi dan pemantauan secara intensif, mengingat berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi curah hujan tinggi diperkirakan masih akan berlangsung selama satu bulan ke depan di wilayah Kabupaten Demak.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait